Menteri BUMN Sesalkan Direktur Krakatau Steel Terjaring OTT KPK

Rini mendukung penuh langkah yang dilakukan KPK dalam memberantas korupsi.

BREBES – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyayangkan dan kecewa dengan adanya salah satu direktur di PT Krakatau Steel yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menghadiri rangkaian kegiatan ulang tahun BUMN di Rest Area Eks Pabrik Gula Banjaratma, Brebes. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Sangat disayangkan sekali. Padahal kita (BUMN) sudah bertekad untuk bekerja bebas dari praktik korupsi,” kata Menteri BUMN, Rini saat mengunjungi Rest Area Eks Pabrik Gula Banjaratma, Kabupaten Brebes, Sabtu (23/3/2019) siang.

Rini mengaku baru mendapatkan laporan bahwa salah satu dirut di PT Krakatau Steel ditangkap KPK dan belum tahu secara detail terkait kasus yang menjadi sebab penangkapan tersebut. Namun demikian, Rini mendukung penuh langkah yang dilakukan KPK dalam memberantas korupsi.

PiIhaknya sangat menyesal jika ada salah satu dirut perusahaan yang ada di bawah naungan Kementerian BUMN terjaring OTT oleh KPK. Pasalnya, ia telah menekankan bahwa BUMN tidak boleh ada yang terlibat kasus korupsi.

“Kami berharap, proses hukum yang dilakukan KPK adalah proses hukum yang seharusnya dilakukan,” tutup Rini.

Seperti diketahui, pada Jumat (22/3) kemarin, KPK menangkap salah satu Dirut PT Krakatau Steel dan tiga orang lainnya. Penangkapan yang dilakukan KPK diduga berkaitan dengan rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah berkepentingan dengan proyek di salah satu BUMN. Diduga, sebagian uang telah diberikan secara cash atau tunai dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.