Menteri BUMN Dorong BUMN Beri Pendampingan Kemandirian Santri

?

Mentri BUMN dengan senang hati meladeni apra santri yang minta foto bersama , saat berkunjung ke Ponpes Subanul Waton Tegalrejo Kabupaten Magelang, Sabtu (11/6). (foto: ch kurnaiwati).

MAGELANG -Mentri BUMN Rini M Sumarno mengatakan, saat ini pihaknya sedang merancang program pelatihan bagi para santri, agar mereka memiliki keahlian untuk bisa mandiri. Menurutnya, banyak lulusan pondok pesantren yang belum memiliki keahlian.Kondisi semacam itu mendorong BUMN untuk melakukan pendampingan dengan memberikan pelatihan-pelatihan.

 Hal itu disampaikan Mentri BUMN Rini M Sumarno di sela-sela safari ramadhan di Ponpes Subanul Wathon, Tegalrejo Kabupaten Magelang, Sabtu, (11/6).

 Rini menjelaskan, di bulan Ramadhan ini, pihaknya memang berkeliling pesantren di seluruh wilayah Jawa. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan dukungan kepada santri menjadi tonggak ekonomi nasional. Mereka diminta untuk berpartisipasi aktif meningkatkan perekonomian Indonesia.

 Masyarakat termasuk para santri, menurut Rini, merupakan pemilik Badan Usaha Milik Negara.Karenanya, BUMN berusaha membantu program-program masyarakat dengan memberikan pembiayaan kredit mikro, termasuk membuat pesantren dan santrinya lebih mandiri secara ekonomi.

 Ketua Yayasan Subanul Waton Tegalrejo, KH Muhamamd Yusuf Chludori atau akrab di sapa Gus Yusuf,mengatakan, dirinya menyambut baik kedatangan Mentri BUMN Rini M Sumarno. Secara khusus, pihaknya meminta agar BUMN ikut berperan serta mendampingi para lulusan SMK, agar diberi pelatihan-pelatihan sebelum mereka memasuki dunia kerja.

 “Para lulusan SMK ini masuh butuh pendampingan pendalaman keilmuan tentang teknologi, wirausaha, dan lain sebagainya,” kata Gus Yusuf.

 Terhadap permasalahan itu, imbuhnya, Mentri BUMN sanggup untuk menyambungkan dengan beberapa BUMN dalam hal memberikan pendampingan kepada lulusan SMK, khususnya di Subanul Waton.

 Dikatakan pula, kehadiran BUMN ke pesantren banyak memberikan manfaat, karena santri menjadi lebih paham tentang BUMN. Apalagi, santri dan rakyat Indonesia merupakan komisaris atau pemilik sah BUMN. “Santri menjadi lebih tahu apa itu BUMN,” katanya.

 Dengan masuknya BUMN ke pesantren, maka diharapkan  terjalin hubungan yang bisa memabwa kemajuan keduanya, baik BUMN maupun pesantren.

 Gus Yusuf juga menyampaikan, setelah meninjau pesantren Subanul Waton, Mentri BUMN menyanggupi untuk memberikan bantuan dengan menambah beberapa MCK lagi.

 Sementara itu, saat bertemu dengan para santri, Mentri BUMN Rini M Sumarno berkesempatan bagi-bagi hadiah . Setidaknya ada 3 santri yang beruntung mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp2,5 juta rupiah, karena berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan.

 Rini mengajukan pertanyaan seputar BUMN. Dia meminta santri untuk menyebutkan 3 bank yang termasuk  BUMN, kemudian tiga mentri perempuan selain dirinya, dan 3 perusahaan di BUMN. 

 Kehadiran Rini disambut antusias oleh para santri baik santri perempuan maupun laki-laki. Terlihat usai memberikan sambutan, santri ramai-ramai minta foto bersama. Rini pun dengan senang hati meladeni keinginan para santri. Bahkan santri yang belum ada kesempatan foto, langsung didatangi Rini dan diajak berfoto bersama. (MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

64 − = 54

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.