Menristekdikti: Revolusi Industri Mengubah Kehidupan Secara Tak Terduga

Sebelum ada mobil dan pesawat, orang tidak menduga bahwa bepergian dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Kuliah umum bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir di Gedung Kewirausahaan FEB Undip, Rabu (13/3/2019). Foto: dokumentasi

SEMARANG – Dalam rangka memperingati dies natalis ke-59, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro menggelar kuliah umum bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir di Gedung Kewirausahaan FEB Undip, Rabu (13/3/2019). Acara pidato ilmiah Ristekdikti tersebut mengusung tema “Dampak Revolusi Industri 4.0 Pada Pendidikan Tinggi di Indonesia”.

Dalam paparannya Menristekdikti Nasir menjelaskan pelajaran yang dapat dipetik dari revolusi industri di masa lalu, khususnya revolusi industri 2.0 dan 3.0 adalah kemajuan teknologi telah mengubah tataran kehidupan masyarakat secara tak terduga.

“Sebelum ada mobil dan pesawat, orang tidak menduga bahwa bepergian dapat dilakukan dalam waktu singkat. Namun dengan adanya kemajuan teknologi, hadirlah mobil dan pesawat yang menjadikan jarak tidak menjadi hambatan lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan, revolusi industri 4.0 berkaitan dengan ekosistem yang merupakan integrasi antara sistem cyber, sistem fisis dan manusia melalui Internet of Things. Ekosistem ini akan mentransformasikan berbagai sektor yang berhubungan dengan kehidupan manusia, seperti rumah, sekolah, pabrik, dan perusahaan menjadi rumah pintar, sekolah pintar, pabrik pintar, dan perusahaan pintar.

Revolusi industri ke-empat ditandai dengan gabungan berbagai teknologi yang mengaburkan batas-batas antara teknologi di bidang fisis, biologis, dan digital serta merubah platform industri saat ini di seluruh dunia. Perubahan platform ini terjadi untuk sistem produksi, manajemen dan tata kelola perusahaan.

Nasir meminta perlunya menyiapkan pendidikan tinggi untuk generasi sekarang dan akan datang yang selaras dengan karakteristik revolusi industri 4.0 agar mereka siap untuk menyongsong revolusi industri berikutnya yang akan terjadi dalam masa hidup mereka.

Karakteristik Pendidikan Tinggi di universitas di abad 21, berbeda dengan di abad 20. Diharapkan lulusan tidak hanya ahli dalam satu bidang disiplin ilmu, tetapi juga memiliki kemampun berpikir sistem dalam multi dan interdisiplin. Mereka diharapkan pula memiliki kemampuan integratif dan kemampuan sintesis yang lebih kuat dibanding dengan kemampuan analisisnya. (ade)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.