Menolak Rujuk, Juragan Warteg Dihabisi Mantan Suami

Pelaku merasa masih cinta dan berharap korban bisa kembali membangun rumah tangga.

BREBES – Kurang dari 24 jam jajaran Resmob Satreskrim Polres Brebes berhasil mengungkap kasus kematian Sudarti, pemilik Warung Tegal (Warteg) yang ditemukan tewas di warungnya, Kamis (4/4) kemarin. Korban diketahui tewas di tangan mantan suaminya, yang baru saja bercerai satu bulan lalu.

Pelaku pembunuhan janda pemilik warteg digelandang Resmob Polres Brebes ke TKP, usai menyerahkan diri di Mapolres Surakarta. Foto : adithya/ metrojateng.com

Tabir kematian janda pemilik warteg ini terkuak, setelah pelaku Samsudin menyerahkan diri ke Mapolres Surakarta, Jumat (5/4) malam. Samsudin yang merupakan mantan suami Sudarti langsung digelandang ke TKP di Desa Jagapura, Kecamatan Kersana.

Dari TKP, Samsudin langsung dibawa ke Mapolres Brebes untuk menjalani pemeriksaan. Sementara dari warung milik korban, petugas mengamankan sebilah golok yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Saya sakit hati. Soalnya saya masih cinta sama Darti dan ingin rujuk. Tetapi dia malah menolak dan mengutarakan perkataan yang kurang enak,” akunya kepada metrojateng.com di Mapolres Brebes, Sabtu (6/4/2019) siang.

Diterangkan Samsudin, dirinya mengaku gelap mata usai mantan istrinya yang dinikahi sejak 2006 tersebut menolak untuk rujuk. Sontak, dirinya langsung mencekik korban hingga jatuh tersungkur. Setelah jatuh, korban kembali dicekik dan dipukul menggunakan gagang golok.

“Waktu itu ada golok yang biasa dipakai untuk memecah es batu. Saya pukulkan dua kali di kepala dan terakhir saya injak kepalanya,” tandasnya.

Usai menganiaya mantan istrinya, Samsudin kemudian melarikan diri ke rumah kerabatnya di Surakarta. Namun, karena dihantui rasa bersalah dan tak tenang, warga Desa Kubangpari tersebut menyerahkan diri ke Mapolres.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung S kepada metrojateng.com. Menurutnya, pelaku merasa masih cinta dan berharap korban bisa kembali membangun rumah tangga. Namun, karena ditolak, pelaku akhirnya kalap dan nekat menghilangkan nyawa korban.

Akibat perbuatannya, kini Samsudin harus mendekam di Rumah Tahanan Polres Brebes. Dia terancam hukuman penjara 15 tahun sesuai dengan pasal yang disangkakan, yakni Pasal 338 tentang pembunuhan. (MJ-10)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.