Menkes Dorong Semua Lini Terapkan Germas

Seiring dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular atau degeneratif seperti diabetes, hipertensi, jantung dan lainnya, maka gaya hidup kita perlu diubah.

SEMARANG –  Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek mendorong agar semua lini masyarakat bisa menerapkan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Sebab, gerakan ini tidak sekadar untuk mengajak hidup sehat, tetapi juga dapat meningkatkan tingkat harapan hidup.

Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek menjadi pembicara acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Grand Arkenso Park View Hotel Semarang, Minggu (24/3/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

“Seiring dengan meningkatnya kasus penyakit tidak menular atau degeneratif seperti diabetes, hipertensi, jantung dan lainnya, maka gaya hidup kita perlu diubah. Upaya itu dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya di sela acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Grand Arkenso Park View Hotel Semarang, Minggu (24/3/2019).

Menurut dia, tingkat harapan hidup di Jawa Tengah ini pada usia 72 tahun, lebih tinggi daripada nasional. Namun, usia sehat masyarakat provinsi ini hanya di angka 61 tahun, sedangkan sisanya hidup dengan sakit-sakitan.

“Sehingga perlu mengubah kebiasaan. Misalnya, saat minum teh di daerah harus dikasih gula. Kalau tidak dikasih gula kerap diartikan tidak menghormati tamu. Hal ini perlu diwaspadai kalau kebiasaan itu tidak diubah bisa berdampak pada datangnya penyakit,” tuturnya.

Dengan demikian, Germas ini perlu digalakkan dan diterapkan di mana saja, termasuk di lingkungan kementerian serta lembaga lainnya. “Sehingga, tidak hanya terkesan ini program di lingkungan Kementerian Kesehatan saja, tapi juga harus diterapkan di mana saja,” imbuhnya.

Sementara, pada Rakerkesda tahun 2019 yang mengusung tema Mbangun Bareng Jawa Tengah: Lebih Sehat, Berdikari, dan Semakin Sejahtera,” diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi obyek pembangunan kesehatan melainkan bersama dengan tenaga kesehatan bersinergi dalam mewujudkan Jawa Tengah sehat.

Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabrowo mengatakan, pihaknya mendorong program kesehatan diarahkan untuk meningkatkan Umur Harapan Hidup (UHH). Menurut dia, yang menjadi permasalahan adalah angka UHH Indonesia masih rendah dibanding negara lain.

“Untuk mencapai peningkatan UHH harus didukung oleh Universal Health Coverage (UHC) bahwa semua orang mendapat layanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, akses finansial dan layanan kesehatan yang bermutu,” katanya. (ang)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.