Menhan: Orang yang Menjelek-jelekkan KPU itu Enggak Pakai Otak!

Para PTPS dan KPPS dinilai telah berjuang mati-matian untuk menyukseskan Pemilu.

SEMARANG – Menteri Pertahanan (Menhan), Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu prihatin dengan musibah yang menimpa para petugas TPS dan KPPS selama melaksanakan tugasnya pada Pemilu 2019.

Menteri Pertahanan, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu saat berkunjung di Makodam IV Diponegoro Semarang. (fariz fardianto/metrojateng.com)

Ryamizard mengatakan dirinya sangat salut dengan apa yang ditunjukan oleh para petugas ad hoc KPU tersebut. Sehingga perjuangan para petugas TPS dan KPPS patut diganjar penghargaan pahlawan oleh pemerintah.

“Jadi, kalau masih ada orang yang tidak capek-capek turun mobil terus menjelek-jelekkan KPU dan segala macam itu nggak pake otak? Lihat dong kerja di lapangan setengah mati, hujan-hujanan, kelelahan, teler di jalan sampai ada petugas tertabrak saat mengkawal surat suara, itu harus dihargai. Padahal mereka setengah mati itu,” ungkapnya, saat berkunjung ke Makodam Diponegoro, Selasa (23/4/2019).

Ryamizard menaruh hormat kepada para PTPS dan KPPS yang berjuang mati-matian untuk menyukseskan Pemilu. Ia menyebut mereka rela mengawal Pemilu sampai berjalan lancar.

“Saya sedih, salut, saya hormat, mereka itu adalah pahlawan bagi kita semua. Mereka rela mengkawal demi pesta demokrasi di negara kita berjalan lancar,” katanya.

Ia tak lupa berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019. Ia mengklaim pemilu aman, kondusif dan lancar. Khususnya apresiasi juga buat aparat TNI dan Polri.

Kondusivitas wilayah ini terwujud berkat peran dari aparat TNI sebagai satu-satunya simpul dan benang perekat persatuan nasional.

Ia menekankan TNI juga tidak boleh mencari gara-gara dengan rakyat, tetapi harus bertindak tegas terhadap musuh negara. Pancasila ideologi negara yang tidak boleh tergantikan oleh ideologi apapun. Ideologi Pancasila merupakan pemersatu bangsa.

“Oleh karena itu Pancasila tidak boleh ditawar-tawar lagi. Apabila ada yang berusaha untuk menggantinya maka akan berhadapan dengan TNI,” ucapnya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.