Menhan Ingin Hilangkan Budaya Kekerasan di SMA Taruna Nusantara

MAGELANG –  Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu meminta agar tidak ada lagi insiden yang sangat memalukan terjadi lagi di SMA Taruna Nusantara Magelang. Demikian juga orang tua tidak boleh intervensi terhada pola pendidikan yang diterapkan di sekolah ini.

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyematkan tanda dimulainya pembukaan pendidikan SMA Taruna Nusantara Magelang, Sabtu (14/7) lalu di Balairung Pancasila. Foto: ch kurniawati

“Saya tidak ingin ada kejadian yang sangat memalukan dan mencoreng nama baik SMA TN terjadi lagi,” tegas Menhan saat memberikan sambutan pembukaan Pendidikan Siswa SMA Taruna Nusantara Angkatan XXIX, di Balairung Pancasila SMA TN Magelang, Sabtu (14/7).

Kejadian yang sangat menggemparkan jagad pendidikan beberapa waktu silam adalah kasus pembunuhan yang melibatkan salah satu siswa di sekolah semi militer tersebut. Siswa yang terlibat sudah menerima ganjarannya dengan hukuman penjara.

Menhan menginginkan agar reputasi SMA TN yang sudah dibangun dengan susah payah, harus terus dipelihara dan dijaga marwahnya. Dia juga meminta agar intervensi orang tua kepada lembaga diupayakan seminimal mungkin hanya sebatas pada saran dan masukan melalui Komite Orangtua Siswa.

Disebutkan, tahun ini SMA TN menerima siswa sebanyak 361 orang dari 35 provinsi di Indonesia. Mereka yang berhasil masuk disini adalah putra putri terbaik yang dipilih dengan kriteria dan standar yang sangat tinggi. Mereka berhasil menyisihkan 4.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Olah karena itu, Menhan minta agar siswa belajar dan berjuang untuk menimba ilmu, pengalaman dan keterampilan.

“Hilangkan rasa malas, asal-asalan, egois dan cengeng. Saya sangat bangga kepada kalian semua. Khususnya kepada para siswa, para pamong, para guru dan Pembina. Namun ingat, jangan pernah sekali-sekali kalian kecewakan kebanggan saya tersebut!” harap Menhan.

Sementara, Kepala SMA TN, Brigjen TNI Purn Soebagio, dalam laporannya, mengatakan bahwa SMA Taruna Nusantara mengimplementasikan kurikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sistem kredit semester, dipadukan dengan kurikulum khusus SMA TN, yang bertujuan mengembangkan potensi kepemimpinan siswa yang dikelola dalam bentuk sekolah berasrama penuh.

Proses pendidikan di SMA Taruna Nusantara diselenggarakan dalam tiga tahap, yakni tahap penanaman dasar-dasar kedisiplinan dan kepemimpinan di kelas X, tahap penumbuhan dan pengembangan di kelas XI, dan tahap pemantapan di kelas XII.

Tahun pelajaran 2018/2019, imbuh Soebagio, dimulai pada Senin (16/7) yang diikuti oleh tiga angkatan, yakni angkatan 27, 28, dan 29 dan terbagi dalam tiga kelas. Rinciannya menurut Soebagio, kelas X 361 siswa, terdiri dari 240 siswa putra dan 121 siswa putri, kelas XI 376 siswa, terdiri dari 257 siswa putra dan 119 siswa putri, dan kelas XII 361 siswa, terdiri dari 240 siswa putra dan 121 siswa putri. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

75 − = 74

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.