Mengintip Kesibukan Warga Semarang Latihan Menari di Taman Indonesia Kaya

Indonesia Menari 2018 nantinya menggabungkan ragam gerakan tari tradisional Nusantara dan tarian modern

SEMARANG – Ajang Indonesia Menari baru digelar pada 11 November nanti. Namun, geliatnya sudah terasa sejak pagi ini, Minggu (14/10/2018). Hal itu tampak dari aktivitas sejumlah warga Kota Semarang saat latihan menari di Taman Indonesia Kaya, Jalan Menteri Supeno.

Aktivitas latihan menari di Taman Indonesia Kaya, Minggu (14/10/2018). Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Terdapat puluhan warga yang turut terlibat dalam kegiatan untuk menyongsong ajang Indonesia Menari tersebut. Gerakan mereka dipandu tiga instruktur perempuan di atas panggung.

Program Asosiate Bakti Budaya Djarum Foundations, Teguh Yasa Abratama, mengungkapkan, Indonesia Menari di tahun ini akan digelar serentak di empat kota besar. Para penari yang berada di Jakarta, Bandung, Solo dan Semarang akan kompak menampilkan ragam tarian tepat saat 11 November nanti.

Di Semarang, saat ini pendaftarnya sudah ada 250 orang. “Target kita ketika acara berlangsung bisa menampilkan 300 orang yang menari bersama di Semarang. Sedangkan untuk target keikutsertaan di empat kota mencapai 4.500 orang,” ujar Teguh.

Ia menyebut Semarang menjadi satu-satunya kota yang punya venue panggung budaya di area terbuka. Semarang dipilih karena animo masyarakat cukup tinggi untuk ikut event Indonesia Menari.

Sebagai ruang publik dan panggung budaya pertama di Indonesia, ia menganggap Taman Indonesia Kaya cukup ideal untuk digunakan sebagai lokasi acara.

“Apalagi, baru dibuka tiga hari, taman ini sudah dikunjungi banyak orang. Bahkan, semalam pengunjungnya ramai banget,” akunya.

Pihaknya mengajak Ufa Sofura, seorang koreografer sekaligus penari asal Ibukota Jakarta, untuk menciptakan gerak tarian yang unik dan akan digunakan saat acara berlangsung.

Ufa dikenal penari berbakat sejak berumur 17 tahun. Ia telah malang melingang ikut kursus tari ke Singapura, Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman. Akhirnya, ia mencapai puncak prestasi dengan terpilih sebagai koreografer dalam ajang host country International Monetary Fund (IMF) dan (World Bank) di Bali.

“Dipercaya untuk menciptakan koreografi Indonesia Menari 2018, merupakan kesempatan menyenangkan. Saya mencoba menggabungkan unsur-unsur tradisional dan modern dalam setiap gerakan dan mengemasnya dengan gerak-gerakan yang lebih energik untuk koreografer sehingga memberikan warna baru,” tutur pemilik nama lengkap Sofura Maulida itu.

Indonesia Menari 2018 nantinya menggabungkan ragam gerakan tari tradisional Nusantara dan tarian modern dengan iringan lagu daerah dari Riau (Soleram), Kalimantan Selatan (Ampar-Ampar Pisang), Jawa Tengah (Cublak-Cublak Suweng), dan Papua (Yamko Rambe Yamko). (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.