Mengintip Bisnis Tikus yang Menggiurkan

Pesanan kebanyakan dari kampus-kampus yang memiliki fakultas kedokteran

SEMARANG – Bagi sebagian orang tikus merupakan hewan menjijikkan. Namun, anggapan tersebut tak berlaku bagi warga Kampung Nongkosawit, Gunungpati.

Budi daya tikus putih yang ditekuni Parman menjanjikan keuntungan menggiurkan. Foto: metrojateng.com/fariz fardianto

Adalah Parman, seorang warga RT 04/RW I Nongkosawit yang memilih memelihara sekumpulan tikus. Eit, jangan salah. Tikus yang ia pelihara bukanlah sembarang tikus. Sejak enam tahun Parman sibuk menekuni ternak tikus putih.

“Memeliharanya enggak susah kok. Pas musim kemarau maupun saat hujan tidak ada pengaruhnya sama sekali. Enggak ada masalah. Anakan tikus putih jarang ada yang mati. Beda sama ayam yang gampang terdampak perubahan cuaca,” akunya saat ditemui¬†metrojateng.com, di kampungnya, Minggu (2/9/2018).

Bisnis tikus putih tidak ujug-ujug datang begitu saja. Ia mengaku telah bekerja sama dengan seorang dosen Fakultas Kedokteran Undip untuk memulai beternak tikus putih.

Mula-mula ia memanfaatkan sebuah kandang samping rumahnya sebagai tempat pembudidayaan. Ukurannya pun tak besar.

Lokasi tersebut kemudian disulap menjadi lokasi pembibitan yang berisi sekat-sekat kecil sebagai tempat ternak tikus putih. “Enggak jijik. Sudah biasa kalau ada yang beranak, bayi tikusnya dipisah dari indukannya. Terus ngasih makannya dedak atau katul dua kali sehari,” kata pria bertubuh gempal tersebut.

Lambat-laun ternak tikus putihnya membuahkan hasil. Melalui perantara dosen Fakultas Kedokteran yang jadi patnernya, ia kemudian menjual tikus putihnya kepada para mahasiswa.

Tiap bulan Parman bisa menjual 100 ekor lebih. Rata-rata mahasiswa suka membeli tikus putih yang berusia 2 bulan sampai 3,5 bulan.

“Pesanan kebanyakan dari kampus-kampus yang memiliki fakultas kedokteran. Ada yang minta dikirimi 60 ekor sampai 100 ekor. Tikus putih biasanya digunakan untuk praktik bedah mahasiswa kedokteran,” tuturnya.

Tak jarang pula Parman kerap melayani order pengiriman tikus putih sampai 800 ekor ke Pontianak Kalimantan Barat maupun Bogor, Jawa Barat.

Ia kerap mematok harga bervariatif untuk seekor tikus putih. Mulai Rp 13 ribu sampai Rp 27 ribu per ekor.

Biar usahanya tetap produktif, dirinya kerap berburu indukan tikus putih hingga ke Yogyakarta. “Untungnya sangat menjanjikan. Sekali kirim bisa dapat ratusan ribu sampai jutaan rupiah,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.