Menghormati Makam Leluhur Cikal Bakal Desa Kendengsidialit

Warga menggelar ziarah dan mengulik sejarah makam leluhur dalam rangkaian kegiatan Gelar Budaya.

JEPARA – Keberadaan makam leluhur di desa masih sangat dihormati. Namun, saat ini tidak banyak yang tahu perjalanan sejarah para tokoh cikal bakal tersebut.

Gelar Budaya Desa Kendengsidialit Jepara. Foto: metrojateng.com

Inilah yang kemudian menjadi pondasi Pemerintah Desa Kendengsidialit Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Mereka menggelar ziarah dan mengulik sejarah makam leluhur dalam rangkaian kegiatan Gelar Budaya.

Menariknya, puluhan warga mengenakan pakaian adat Jawa berjakan kaki berkeliling desa. Di bawah terik matahari, warga itu berangkat dari balaidesa setempat menuju makam leluhur.

Rombongan yang dipimpin langsung Kepala Desa Kendengsidialit, Kahono Wibowo ini terdiri dari perangkat, tokoh masyarakat dan pemuda. Ini dilakukan dalam rangkaian Gelar Budaya Desa Kendengsidialit yang berlangsung 13-27 September 2018.

Sedikitnya ada sekitar 9 makam leluhur yang didatangi. Kesembilan makam tersebut diyakini sebagai cikal bakal yang berperan dalam keberadaan desa saat ini.

“Kami mencoba mengenalkan leluhur kepada masyarakat terutama pemuda supaya tahu siapa leluhurnya. Selama ini, keberadaan makam yang memiliki sejarah itu tidak diperhatikan,” ujar Kepala Desa Kendengsidialit, Kahono Wibowo, Kamis (13/9/2018).

Ke depannya, kegiatan tersebut akan berdampak terhadap kesadaran menjaga sejarah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap tanah kelahiran.

“Membangun desa, sudah seharusnya tahu sejarahnya. Jangan sepelekan perjuangan para leluhur,” paparnya.

Ketua Karang Taruna Desa Kendengsidialit, Agus Mulyono menambahkan, sudah saatnya dilakukan terobosan untuk mengenalkan pemuda kepada sejarah desanya.

“Kalau tidak begitu, kapan lagi. Memang perlu ada momen untuk mengenalkan sejarah itu,” tutur dia.

Hal ini, imbuh dia, bukan hanya menjadi momen ziarah tetapi juga menumbuhkan kerukunan sekaligus kebanggaan terhadap masyarakat.

“Setidaknya apa yang dilakukan leluhur saat itu, membuat kami bangga dan berbesar hati sekaligus terinspirasi,” pungkasnya.

Gelar Budaya Desa Kendengsidialit kali ini dimeriahkan berbagai acara. Di antaranya Sowan sesepuh desa, pasar kreatif, panggung rakyat dengan berbagai pertunjukan lintas disiplin kesenian, dan pagelaran wayang kulit lima dalang lima panggung dalam satu cerita.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.