Mengenal Zoysia Japonica, Rumput Baru Stadion Jatidiri

Dibanding rumput bermuda (Cynodon dactilon), rumput Zoysia dinilai lebih mendukung permainan karena lebih tebal sehingga dapat melindungi pemain dari cedera. 

SEMARANG – Stadion Jatidiri Semarang bakal dipoles menjadi venue pertandingan sepakbola berstandar internasional. Rumput yang dipakai di stadion berkapasitas 35.000 penonton itu merupakan jenis Zoysia japonica, yang disebut-sebut sebagai rumput masa depan. Apa saja keunggulannya?

Penampakan rumput Zoysia japonica yang digunakan di Stadion Jatidiri Semarang. Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Proyek renovasi Stadion Jatidiri kini sudah masuk tahap IV yang dimulai pada 13 Mei 2019. Sebelum tahapan ini sempat muncul sorotan terkait kondisi rumput yang dianggap tidak dirawat sebagaimana mestinya.

Dalam video yang viral di media sosial tersebut terlihat area lapangan ditumbuhi rumput dengan ukuran tak beraturan. Belakangan terungkap bahwa rumput itu sengaja dibiarkan tumbuh liar.

Direktur Teknik PT Duta Mas Indah sebagai pelaksana tahap III dan IV, Mu’anam mengatakan jika rumput yang seolah-olah dibiarkan liar tersebut merupakan bagian dari proses penguatan jaringan rumput itu sendiri.

“Rumput yang kami pakai ini jenis Zoysia japonica, rumput terbaik sesuai standar FIFA. Untuk penanaman rumput sudah kami lakukan pada tahap III di tahun 2018 kemarin. Kemarin yang sempat viral itu sebenarnya masih bagian dari perawatan yang kami lakukan,” kata Mu’anam.

“Rumput itu memang seolah-olah dibiarkan tumbuh liar tapi sebenarnya itu merupakan bagian untuk menyempurnakan jaringan akar sehingga benar-benar kuat,” ujarnya.

Jenis rumput Zoysia, menurut Anam kini jadi pilihan favorit yang digunakan di stadion-stadion modern di Indonesia. Dibanding rumput bermuda (Cynodon dactilon), rumput Zoysia dinilai lebih mendukung permainan karena lebih tebal sehingga dapat melindungi pemain dari cedera.

Stadion Jatidiri dibangun berstandar internasional dan siap difungsikan tahun 2021. Foto: metrojateng.com/Instagram @stadionjatidirismg

Rumput Zoysia sendiri memiliki beberapa spesies. Salah satunya Zoysia matrella seperti yang digunakan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan Stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi.

Sedangkan Zoysia japonica yang konon mampu hidup hingga 30 tahun itu kini mulai dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia, antara lain Malang dan Salatiga. Dikatakan Mu’anam, rumput ini akan tumbuh sempurna dan siap digunakan setelah tujuh bulan.

“Stadion ini dibangun berstandar internasional dan nantinya juga ada sertifikasi kelas satu, sehingga material yang digunakan semuanya juga kelas satu,” Mu’anam menambahkan.

SwpertS diketahui, tahap IV renovasi Stadion Jatidiri dikerjakan selama 232 hari atau sekitar tujuh bulan sampai 30 Desember 2019. “Pengerjaan tahap IV meliputi lintasan atletik, pemasangan atap tribun timur dan utara serta aspek arsitektural di bagian interior dan eksterior,” kata Prambudi Trajutrisno, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) renovasi GOR Jatidiri Semarang.

Setelahnya di tahun 2020 masih ada pengerjaan tahap V untuk finishing dan pemasangan atap tribun barat. Stadion kebanggaan warga Jawa Tengah itu bakal siap difungsikan pada 2021 mendatang. (twy)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.