Mendagri Ingatkan 21 Cakada Bahaya Korupsi Retribusi dan Bansos

SEMARANG – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada 21 calon kepala daerah (cakada) di Jawa Tengah untuk menghindari pungutan retribusi dan dana bantuan sosial yang berpotensi menjadi ladang korupsi. Sebab, menurutnya banyak kepala daerah yang tersandung skandal korupsi dari hasil dua pungutan tersebut.

Mendagri Tjahjo Kumolo memberi pembekalan kepada calon kepala daerah, Selasa (8/5). Foto: fariz fardianto

“Terdapat 21 pasang calon kepala daerah yang hadir di sini. Bapak Presiden pernah mengumpulkan seluruh calon kepala daerah untuk memberi pengarahan agar berhati-hati mengenai area rawan korupsi. Hati-hatilah terhadap retibusi dan bansos,” kata Tjahjo, saat menggelar pertemuan di Hotel Quest Plampitan, Semarang, Selasa (8/5).

Tiap calon kepala daerah, kata Tjahjo juga harus memperhatikan potensi kerawanan korupsi lainnya. Menurutnya yang patut diperhatikan calon kepala daerah yakni kerawanan pola pengadaan barang dan jasa, pengaturan perencanaan anggaran.

Kemudian, ia menyebut tantangan terberat lainnya yang harus dihadapi calon kepala daerah yaitu masalah narkoba dan ketimpangan sosial seperti merebaknya malaria, angka kematian ibu dan anak serta gizi buruk.

“Itu semua tantangan yang harus dihadapi calon kepala daerah yang berkompetisi di Pilkada serentak tahun ini,” tegasnya.

Ia menyatakan potensi kerawanan korupsi itu ia temukan setelah berkeliling ke daerah-daerah di Indonesia. Hasilnya, ia menyimpulkan indeks kerawanan korupsi Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Ia menambahkan pakta integritas yang diteken bersama KPK tak serta-merta mampu mengurangi niatan kepala daerah untuk bersih dari korupsi.

“Karena saya lihat sendiri, ada seorang kepala daerah ikut pertemuan dengak Pak Presiden selesai jam lima, tapi jam enam kurang dia kena OTT di dekat lokasi pertemuan. Ada pula seorang gubernur saya ajak bikin pakta integritas pemberantasan korupsi. Lagi-lagi besoknya dia dan istrinya kena OTT,” tuturnya.

Ia mengungkapkan Jawa Timur dengan kinerja gubernurya paling bagus ternyata menjadi pejabatnya paling banyak terjerat korupsi.

Ia pun berharap di Jawa Tengah tak ada lagi kepala daerah yang terjerat korupsi. “Mudah-mudahan korupsi Jawa Tengah yang terakhir terjadi di Kebumen dan Tegal,” tandasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 5 = 3

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.