Meluap Dua Kali Seminggu, Sungai Kendal Tak Kunjung Dikeruk

Luapan sungai Kendal menggenangi ratusan rumah di sepanjang Sungai Kendal Jumat (16/02) pagi. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

KENDAL – Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Kendal kerap terjadi saat hujan deras. Meski begitu, belum ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Kendal untuk menanggulangi persoalan tersebut. Jumat (16/2) siang, Sungai Kendal kembali meluap dan menggenangi ratusan rumah warga di sepanjang pinggir sungai.

Air mulai masuk ke pemukiman warga sejak Jumat (16/2) dini hari. Hingga Jumat siang ketinggian air masih sekitar 40 centimeter. Banjir seperti itu bisa terjadi dua kali dalam seminggu.

Empat kelurahan di Kecamatan Kota Kendal yakni Pekauman, Kebondalem, Patukangan dan Pegulon menjadi langganan banjir luapan Sungai Kendal. Meski air surut dalam waktu kurang dari 24 jam, namun banjir setinggi 50 centimeter ini menganggu aktivitas warga.

Joko warga Pegulon mengatakan, jika hujan lebat datang, warga selalu siaga menyelamatkan barang-barangnya ketempat yang lebih tinggi. “Warga di sepanjang sungai Kendal sudah hafal, jika hujan lebat di bagian selatan, sudah dipastikan sungai meluap,” katanya.

Sunarto, warga Kelurahan Petukangan, Kendal menuturkan pada awal tahun 2018 ini rumahnya sudah empat kali terendam banjir. Saking seringnya ia mengatakan dirinya sudah akrab dengan genangan air yang meredam rumahnya.

“Mau dibilang bosan juga tidak bisa. Karena ini sudah rutin terjadi,” ujarnya. Sebagai warga ia mengaku sudah lelah untuk meminta pemerintah melakukan pengerukan sungai, agar tidak terjadi luapan saat hujan lebat.

Sungai Kendal merupakan muaranya sungai yang berasal dari Kendal bagian selatan. Akibatnya saat bagian selatan hujan deras maka air akan terkumpul di Sungai Kendal. Sedangkan lebar sungai tidak mumpuni untuk menampung air. “Seharusnya ada pemecah aliran air sehingga tidak semuanya diarahkan ke Sungai Kendal,” harap Sunarto.

Sementara ini, yang bisa dilakukan warga adalah menyekamatkan barang-barang ketika air sungai meluap, juga meninggikan rumah. Warga tidak mengungsi. Sedangkan, sejauh ini Pemkab Kendal melakukan penyedotan air yang menggenangi kompleks kantor Pemkab Kendal dan sekitar alun-alun saja. Warga berharap Pemkab melakukan pengerukan sungai kendal yang mulai dangkal. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 66 = 73

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.