Melestarikan Ereveld Kalibanteng, Makam Ribuan Korban Perang Dunia II

Makam ini semata untuk menghormati warga sipil yang menjadi korban perang. Tidak hanya warga Indonesia saja, tetapi juga tentara Belanda.

Seorang petugas sedang membersihkan nisan makam Ereveld Kalibanteng. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

SEMARANG – Mendengar nama kompleks pemakaman Ereveld Kalibanteng, pasti yang pertama terbesit dalam benak masyarakat Semarang berkaitan dengan rumitnya perizinan agar dapat masuk ke sana.

Tetapi, atas inisiatif sejumlah pihak termasuk Kedutaan Belanda, pengelola Pemakaman Ereveld Kalibanteng saat ini mulai membuka diri. Terhitung sejak dua tahun belakangan, kompleks pemakaman Ereveld Kalibanteng sudah boleh dikunjungi oleh masyarakat umum.

Seorang pengawas Makam Ereveld Kalibanteng, Eko Boedi Listyanto mengatakan ada ribuan warga sipil korban perang dunia kedua yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Kompleks pemakaman dibagi tiga bagian. Yang pertama untuk warga sipil berkebangsaan Belanda yang mayoritas pemeluk Katolik dan Kristen.

Kemudian ada pula bagian makam khusus warga sipil pemeluk Islam dan pemakaman massal. Selain itu juga terdapat makam warga sipil khusus laki-laki dan perempuan. Identitasnya bisa dilihat dari simbol papan nisan dan nama yang tertulis di depannya.

“Ada kurang lebih 3.000 orang yang dimakamkan di sini. Tentunya semua prosedur harus dipatuhi karena memang keberadaan makam ini semata untuk menghormati warga sipil yang jadi korban perang. Tidak cuma warga Indonesia saja. Tetapi juga sipil dari tentara Belanda,” bebernya kepada metrojateng.com, belum lama ini.

Ia mengungkapkan perawatan pada makam Ereveld Kalibanteng pun tak bisa dilakukan sembarangan. Ia rutin keliling makam untuk mengecek kondisi kuncup nisan yang rusak.

Cat yang mengelupas biasanya diganti dengan bahan yang baru. “Pengecatan ulang dikerjakan dua minggu. Karena kita benar-benar mengandalkan sinar matahari. Setiap hari ada dua papan nisan yang diganti,” ungkapnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.