Melasi, Sampai Hari ini Buruh Rokok Gentong Gotri Belum Terima THR

image
Ratusan buruh pabrik rokok Gentong Gotri menuntut uang THR segera dibagikan. (Metro Jateng/Rhobi Shani)

KUDUS – Buruh mana yang tak mengharap menerima uang tunjangan hari raya (THR). Pada umumnya buruh berharap menerima THR dari tempatnya bekerja. Lebih-lebih, jika uang THR diterima jauh-jauh hari sebelum lebaran, dengan harapan uang tersebut dapat digunakan untuk belaja kebutuhan lebaran.
 
Nampaknya harapan karyawan pabrik rokok (PR) Gentong Gotri mendapatkan uang THR pada lebaran kali ini bakal pupus. Pasalnya, hingga H – 2 ratusan karyawan pabrik rokok di Jalan Lingkar Selatan Kudus itu belum menerima uang THR. Bahkan, saat ratusan karyawan PR Gentong Gotri menggruduk tempatnya bekerja pada, Kamis (15/7), pabrik dalam keadaan kosong.
 
Salah seorang karyawan, Sumiyati, menyampaikan, sejak pagi buta ratusan karyawan sudah datang ke pabrik dengan harapan menerima THR. Namun, hingga matahari beranjak siang tanda-tanda THR akan dibagikan tidak nampak. Sebelumnya pihak PR Gentong Gotri berjanji akan membagikan THR dalam dua gelombang. Yaitu, pada hari ini dan besok, Kamis (16/7).
 
“Kami datang sejak tadi pagi, katanya uang THR mau dibagikan hari ini tapi nyatanya tidak ada apa-apa,” ujar Sumiyati kecewa.
 
Lebih lanjut Sumiyati menyampaikan, jika uang THR cair, dirinya merencanakan akan membelajakan uang tersebut untuk kebutuhan lebaran. Itu seperti membeli barang kebutuhan pokok.
 
“THR kami tak lancar empat tahun terakhir. Kalau perusahaan memang sudah bisa berproduksi mending PHK saja kami dan berikan hak-hak sesuai ketentuan. Jangan seperti ini,” seru Sumiyati.
 
Untuk meluapkan kekecewaan, ratusan buruh ini memblokir jalur Pantura Kudus. Tak pelak, arus lalulintas dari Semarang menuju Surabaya sempat terhenti dan tersendat. Aparat kepolisian Polres Kudus yang berjaga bergegas membubarkan massa. (Oby)
 

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

74 − = 70

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.