Mbak Ita Dilaporkan ke Bawaslu, Dituding ‘Mobilisasi’ Ketua RW

Iklim politik menjelang Pilpres mulai memanas. Kampanye mulai membabi buta dengan segala cara.

Salah satu perwakilan pelapor, Listyani, yang merupakan Anggota Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jateng mengaku memiliki bukti dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Mbak Ita. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jawa Tengah, melaporkan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu ke Bawaslu.

Mbak Ita sapaan akrab Hevearita, dituding melakukan pelanggaran kampanye karena diduga memobilisasi atau mengarahkan para Ketua RW di Semarang Utara untuk mencoblos capres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf.

Pelaporan itu dilakukan pada Senin (11/3/2019). Salah satu perwakilan pelapor, Listyani, yang merupakan Anggota Tim Advokasi Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Jateng mengaku memiliki bukti dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Mbak Ita.

Bukti-bukti yang ia serahkan kepada Bawaslu berupa rekaman video acara yang dihadiri Mbak Ita. Isinya berupa rekaman gambar pernyataan Mbak Ita menyampaikan kepada peserta silaturahmi mengenai program kerja dari pemerintahan Jokowi.

“Tindakan Wakil Wali Kota Semarang yang telah melakukan kampanye dengan menyampaikan program kerja dan mengarahkan untuk memilih salah satu peserta pemilu, yaitu Jokowi,” ungkapnya.

Ia menuding Mbak Ita telah kampanye bukan pada tempatnya. Karena Mbak Ita menggelar kampanye saat acara ‘Malam Silaturahmi Ibu Wakil Wali Kota Semarang dengan Ketua RW se-kecamatan Semarang Utara sekaligus penyerahan dana bantuan transportasi di aula Gedung Kecamatan Semarang Utara, Kamis (7/3/2019) lalu.

Ia mengungkap, Mbak Ita sengaja mengarahkan para Ketua RW untuk memilih Jokowi lewat paparan program pemerintahan Jokowi dalam membangun jalan tol.

“Anggarannya Rp 15 triliun, ora larang pie, jalan gawe tembok tol ning nduwur laut ki kan yo bayangan kita seperti apa wong jalan biasa aja seperti ini itu adalah luar biasa bagaimana pemerintahan Pak Jokowi memperjuangkan Kota Semarang, dan sebagainya,” katanya menirukan ucapan Mbak Ita dalam video.

Mbak Ita, tambahnya, juga mengajak Ketua RW memilih Jokowi-Ma’ruf. Mbak Ita diduga mengiming-imingi tambahan bantuan uang dari pemerintah pusat.

Seperti bantuan Rp 1 miliar bagi setiap kelurahan pada 2020, lalu pada tahun anggaran 2019 perubahan, setiap RT akan diberikan CCTV, penambahan dana transport RT, RW, PKK, dan seterusnya.

“Tapi tolong, nyuwun tulung pada tanggal 17 April 2019 ada Pilpres, pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota. Panjenengan tidak boleh gontok-gontokan, panjenengan bebas memilih. Tapi diharapkan bisa satu pilihan dengan Bapak Wali Kota,” ujarnya kembali menirukan.

“Sekarang ini bantuan untuk Semarang luar biasa dari pemerintah pusat, dan kalau partainya sama baik wali kota, Pak Ganjar (Gubernur Jateng) sama langsung Pak Jokowi, kita enak,” bebernya.

Atas temuan itu, ia meminta Bawaslu memeriksa pernyataan Mbak Ita dalam video itu. Terutama mengusut tindakan Camat Semarang Utara yang mengundang para Ketua RW, lurah, kepala desa, ibu-ibu penggerak PKK, tokoh agama, dari kecamatan Semarang Utara.

Ia menganggap Mbak Ita melanggar Pasal 282 UU No. 7 Tahun 2017, Pasal 283 UU No. 7 Tahun 2017 Ayat 1 dan Ayat 2. Kemudian Pasal 306 ayat 2 serta Pasal 547 UU Pemilu.

“Kami berharap Bawaslu Kota berani mengambil sikap dan tindakan lebih berani dari Bawaslu Provinsi. Karena Bawaslu Provinsi yang kami laporin deklarasi Ganjar aja direkomendasikan, tidak melakukan apa-apa. Saya berharap (Bawaslu) tidak mandul,” terangnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.