Masyarakat Makin Tertarik Pinjaman Uang Online

Kami juga mencatat dalam tiga bulan terakhir pengunduh aplikasi Akseleran melalui mobile apps mencapai 60 ribu penginstal.

SEMARANG- Tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknologi finansial (fintech) peer to peer (P2P) Lending makin meningkat. Kondisi itu mendorong pertumbuhan bisnis
peminjaman uang secara online.


Head of Public & Government Relation Akseleran, Rimba Laut sedang memaparkan kinerja P2P Lending pada acara business gathering Radio Idola di Star Hotel Semarang, Jumat (23/11/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Salah satu P2P Lending, Akseleran mencatat total penyaluran pinjaman secara nasional mencapai Rp 173 miliar kepada 360 pinjaman dengan jumlah pemberi pinjaman sebanyak 80 ribu orang.

Head of Public & Government Relation Akseleran, Rimba Laut mengatakan, hingga pertengahan November ini pihaknya telah merealisasikan total pinjaman sebesar 86 persen dari target akhir tahun 2018 yang sebesar Rp 200 miliar.

Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap fintech ini terus meningkat, seiring edukasi yang masif bahwa peminjaman dana secara online aman, mudah dan menguntungkan.

“Kami juga mencatat dalam tiga bulan terakhir pengunduh aplikasi Akseleran melalui mobile apps mencapai 60 ribu penginstal,” ungkapnya di sela acara business gathering Radio Idola di Star Hotel Semarang, Jumat (23/11/2018).

Menurut dia, pertumbuhan positif yang dicapai Akseleran tersebut karena strategi yang diterapkan dalam pemberian pinjaman berbeda dengan P2P Lending lainnya.

“Kami beda dengan pinjaman online mikro yang meminjaman dana Rp 2 juta atau Rp 3 juta bisa,” kata dia.

Dalam pemberian pinjaman kami fokus untuk pinjaman produktif bukan konsumtif. Adapun, segmen kami adalah pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang sulit mengakses pembiayaan melalui lembaga jasa keuangan konvensional.

Tercatat, selama satu tahun terakhir atau hingga akhir Oktober 2018, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman sebesar Rp 6 miliar kepada 12 pinjaman di Jawa Tengah.

Chef Credit Officer and CoFounder Akseleran, Christopher Gultom menambahkan, hingga 31 Oktober 2018, kata dia, sudah ada sekitar 234 pemberi pinjaman dengan total nilai investasi sebesar Rp3,9 miliar dari Jawa Tengah dan sebagian besar kontribusinya berasal dari Kota Semarang.

“Pertumbuhan ini jelas turut berdampak kepada rata-rata pertumbuhan Akseleran secara nasional yang tiap bulannya tumbuh sebesar 10%-20%,” ujar dia.

Dari pertumbuhan Akseleran selama setahun terakhir ini, pihaknya optimistis dapat menyalurkan total pinjaman di Jawa Tengah sebesar Rp25 miliar di akhir tahun 2019. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.