Masyarakat Ekonomi Syariah Bersama Habib Luthfi, BPH Migas dan Pertamina Ajak Pesantren Buka Pertashop

Tingkatkan Ekonomi Ummat

Ekonomi Umat – Ketua Umum Badan Pengurus Harian MES yang juga sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir, saat meresmikan Pertashop di pondok pesantren. (ist/tya)

 

PEKALONGAN , METROJATENG.COM  -,Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam rangka meningkatkan ekonomi ummat mengajak Pondok Pesantren untuk menjadikan Pertashop sebagai teman usaha yang menguntungkan. Ada 1.000 unit Pertashop dialokasikan tiap tahunnya khusus untuk pesantren.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Harian MES yang juga sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir, didampingi Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa, Direktur Utama PT Pertamina Retail, Iin Febrian, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi, dan Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna, dalam kegiatan sosialisasi Pertashop kepada pondok pesantren yang disaksikan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, bersama lebih dari 50 pengurus Pondok Pesantren se-Jawa Tengah pada Kamis (30/4) di Pekalongan. 

“Kehadiran BUMN seyogyanya dapat menjadi lokomotif penyeimbang ekonomi baik untuk pesantren maupun warga di sekitar pesantren,” ujar Erick. 

Kehadiran Pertashop  tidak hanya untuk masyarakat umum di kawasan pedesaan yang jauh dari SPBU tetapi juga untuk pondok pesantren. Tujuannya agar ekonomi dari pesantren menjadi lebih baik lagi.

Sosialisasi – Ketua Umum Badan Pengurus Harian MES yang juga sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir, melakukan sosialisasi Pertashop di pondok pesantren di Pekalongan.(ist/tya)

Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya selaku Dewan Pertimbangan Presiden, memiliki impian agar pesantren mempunyai sebuah mesin yang dapat memberikan keuntungan ekonomi kepada ummat dan berkelanjutan. Hadirnya Pertashop tentunya  akan membawa dampak yang baik bagi ekonomi pesantren.

“Kita tidak tahu ada apa di masa yang akan datang, zaman serba modern, tidak bisa lagi kita menjadi single fighter harus berbisnis sehingga ekonomi ummat dapat terwujud,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa, menyampaikan harapannya kepada seluruh pengurus pondok pesantren se-Jawa Tengah untuk mengambil kesempatan ini agar kemandirian ekonomi ummat dapat bangkit. 

“Saat ini bola ada di Bapak/Ibu pemilik dan pengurus pesantren di Jawa Tengah. Dengan adanya Pertashop dapat menjadi pembangkit ekonomi ummat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.

Dijumpai di lokasi yang sama, Direktur PT Pertamina Retail, Iin Febrian, mengatakan Pertamina berkomitmen mencapai target 10.000 unit Pertashop tiap tahunnya termasuk 1.000 unit alokasi untuk pondok pesantren dapat tersedia di seluruh Indonesia. 

“Selain itu, dengan adanya kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) serta didukung MES, diharapkan  Pertashop di pondok pesantren dapat terwujud dengan cepat sehingga ada pengembangan pesantren,” ungkap Iin. 

Ia menambahkan, sesuai arahan menteri BUMN, Pertashop nantinya tidak hanya menjual produk dari Pertamina saja seperti BBM dan LPG. Tetapi juga produk Pertamina lainnya seperti Pelumas, atau produk BUMN lainnya.

“Produk dari BUMN lain sangat memungkinkan untuk dijual di Pertashop sehingga Pertashop menjadi sebuah ekosistem ekonomi khususnya di pondok pesantren,” ujarnya.

Kerjasama antara PT BSI dengan pondok pesantren disambut baik Direktur Utama PT BSI, Hery Gunardi. ” BSI siap dengan skenario pembiayaan syariah, untuk pondok pesantren,” tambahnya.

Peran pondok pesantren dan para pengusaha daerah sangat diperlukan dalam menyukseskan Program Pertashop sehingga terbangun Pertashop di setiap desa sejalan dengan Program One Village One Outlet (OVOO) untuk pemerataan energi. Untuk itu diharapkan pondok pesantren dan pengusaha daerah dapat ikut berpartisipasi.

Saat ini, sudah beroperasi 1.670 unit Pertashop yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan untuk 2021, ditargetkan 10 ribu Pertashop baru sudah dapat beroperasi.  Khusus di wilayah Jawa Bagian Tengah terdapat hampir 290 unit Pertashop yang sudah dan siap melayani kebutuhan energi masyarakat. 

“Saat ini kesempatan untuk membangun Pertashop masih terbuka lebar, kami mengajak para pengusaha, investor dan pondok pesantren untuk bersama dengan Pertamina dan Pemerintah mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi,” pungkas Executive General Manager Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna, dalam sosialisasinya di acara tersebut. 

Seluruh informasi dan pendaftaran kemitraan Pertashop dapat diketahui melalui ptm.id/MitraPertashop atau melalui kontak Pertamina 135.(tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.