Masyarakat Cuek, Kasus HIV/AIDS Terus Meningkat

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, terdapat temuan kasus HIV/AIDS pada tahun 2018 yakni sejumlah 506.

SUKOHARJO – Pengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2018 mengalami peningkatan menjadi 506 kasus. Atas tingginya kasus tersebut Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Sukoharjo gencar melakukan kampanye Triple Eliminasi, Minggu (25/11/2018).

Kampanye triple eliminasi di Sukoharjo, Minggu (25/11/2018). Foto: metrojateng.com

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, terdapat temuan kasus HIV/AIDS pada tahun 2018 yakni sejumlah 506. Angka tersebut meningkat dari tahun 2017 sebanyak 457 kasus, dengan kumulatif kematian 72 kasus.

Dr. dr. Muchlis Achsan, dari RS Dr Karyadi Semarang mengatakan, meningkatnya kasus tersebut salah satunya dipicu dari sikap cuek masyarakat.

“Masyarakat tidak takut lagi melakukan tes HIV, termasuk tidak takut lagi hamil di luar menikah. Sayangnya hal ini yang belum bisa disadarkan,” kata Muchlis Achsan, saat menghadiri peringatan hari AIDS Sedunia di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Sukoharjo.

Triple eliminasi yang dikampanyekan yakni HIV, Sifilis dan hepatitis B. Ketiga penyakit ini merupakan penyakit yang perlu diwaspadai. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2017 tentang 3E (Triple Eliminasi): pemeriksaan pada setiap ibu hamil terhadap HIV, sifilis, dan hepatitis B

“Kita ingin menciptakan generasi penerus yang sehat. Kalau bisa dicegah kenapa tidak. Kami melalui PKK terus mensosialisasikan gerakan hidup sehat, itu dimulai dari keluarga,” ucap Etty Wardoyo, Ketua TP PKK Sukoharjo.

Salah satu upayanya yakni dengan menggerakkan sejumlah elemen masyarakat seperti pemetaan populasi ke, pemuda dasiat, mobile klinik VCT di 12 kecamatan dan tak lupa aktif melakukan kampanye. (MJ-28)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.