Masyarakat Banyumas Gelar Doa Bersama untuk Indonesia

Doa bersama di Kabupaten Banyumas juga diikuti masyarakat lintas agama

BANYUMAS – Ribuan umat Islam Banyumas menggelar doa bersama untuk Indonesia khususnya korban bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah. Doa bersama dilaksanakan di Masjid Jenderal Besar Soedirman, dipimpin oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas, Khariri Shofa, Rabu (10/10/2018).

Doa bersama untuk Indonesia yang digelar masyarakat Banyumas, Rabu (10/10/2018). Foto: metrojateng.com

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan bahwa beberapa bulan terakhir bangsa Indonesia mendapat musibah, cobaan dan ujian dari Allah. “Pada 29 Juli saudara-saudara kita yang ada di Lombok terkena musibah. Belum selesai penanganan di Lombok, pada 28 September, saudara saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah terkena musibah gempa dan tsunami,” katanya.

Dandim 071 Banyumas Letkol Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, saat membacakan sambutan Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel (Kav) Dani Wardhana mengucapkan terima kasih kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah bersama-sama mengikuti doa bersama. “Kegiatan ini merupakan bagian dari empati sebagai anak bangsa, agar mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi musibah,” ujarnya.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Banyumas Mohammad Roqib mengatakan acara doa bersama di Kabupaten Banyumas, bukan hanya dilakukan oleh umat Islam saja. Umat Kristen Protestan, Katolik, Budha dan Hindu juga ikut dalam berpartisipasi doa bersama di tempat ibadahnya masing-masing. (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.