Massa dan Polisi ‘Bentrok’ di Kantor KPU Jepara

Simulasi Pengamanan Pemilu

Sebanyak 500 personel gabungan TNI/Polri pun diturunkan untuk meredam kerusuhan. Selain tim penghalau, aparat juga terpaksa memakai tembakan gas airmata

JEPARA – Pelaksanaan pemilihan umum serentak 2019 di Kabupaten Jepara berlangsung rusuh. Ratusan pendukung salah satu pasangan calon mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Simulasi pengamanan Pemilu di Kantor KPU Jepara. Foto: metrojateng.com

Beberapa di antaranya berorasi yang berisi provokasi massa. Sehingga, massa tidak terkendali dan memaksa merangsek ke halaman Kantor KPU. Ditambah lagi, massa dari kubu yang lain pun tersulut. Bentrokan tak terhindarkan.

Sebanyak 500 personel gabungan TNI/Polri pun diturunkan untuk meredam kerusuhan. Selain tim penghalau, aparat juga terpaksa memakai tembakan gas airmata dan water cannon.

Itu hanyalah skenario dalam simulasi pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 yang dilaksanakan Polres Jepara. Simulasi tersebut berlangsung di depan Kantor KPU Kabupaten Jepara, sekira selama dua jam.

Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman menuturkan bahwa simulasi tersebut dimaksudkan untuk kesiapan aparat keamanan dalam mengamankan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 yang berlangsung serentak.

“Ada sebanyak 500 personel TNI/Polri dalam simulasi kali ini. Ini untuk kesiapan dalam pengamanan pemilu serentak,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/3/2019)

Selain personel, pihaknya juga menggunakan water cannon dan tembakan gas airmata. “Kami persiapkam semua yang dibutuhkan sesuai SOP. Sehingga petugas di lapangan bekerja sesuai SOP,” paparnya.

Menurutnya, di Kabupaten Jepara relatif aman menjelang Pemilu. “Jepara aman, tapi kami tetap memetakan kerawanan konflik,” tandasnya. (MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.