Masih Trauma, Warga Purwosari Belum Mau Kembali ke Rumah

warga Purwosari masih mengungsi di posko
?

KENDAL – Sedikitnya 300 warga Dusun Kenjuran Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kendal hingga Selasa (28/02) pagi masih mengungsi ke sejumlah tempat. Posko bencana banjir bandang menempatkan tiga pos pengungsian, salah satunya di masjid Baitul Falah. Pengungsi mengaku masih trauma dan khawatir dengan banjir susulan, karena curah hujan masih cukup tinggi.

Kondisi pengungsi korban banjir bandang ini memprihatinkan, dengan alas seadanya dan fasilitas yang terbatas pengungsi yang kebanyakan ibu-ibu dan anak anak ini terlihat masih syok. Jumlah pengungsi  tercatat 310 jiwa, berasal dari tiga RT yang terkena dampak banjir bandang. Pengungsi ini tidak hanya rumahnya yang rusak dan hanyut namun warga yang berada di sepanjang sungai duren yang meluap.

Istianah misalnya terpaksa mengungsi karena takut, akan terjadi banjir bandang susulan. Ia mengaku masih trauma dan takut karena melihat sendiri bagaimana banjir bandang menerjang rumah warga.

Masih takut mas lihat air bergulung-gulung, apalagi masih sering hujan takut banjir susulan, katanya.

Kades Purwosari, Muhamad Miyadi mengatakan pengungsi di tempatkan di tiga lokasi yakni rumah warga dan masjid Baitul Falah. Kebanyakan warga mengungsi di lantai dua masjid dan berasal dari RT 15. Jumlah rumah yang rusak baik berat maupun ringan dan hanyut ada 21  rumah, jelas kades.

Sementara petugas BPBD Kendal, Khaerul Huda mengatakan kebutuhan logistik untuk pengungsi sudah tercukupi. Untuk kebutuhan logistik sudah tercukupi banyak bantuan dari donatur yang terus mengalir. Sedangkan jumlah relawan yang membantu membersihkan bekas banjir ada sekitar 200 relawan, jelas Huda.

Selain menyiapkan posko pengungsian, Pemerintah Kabupaten Kendal juga menyiapkan posko kesehatan untuk membantu warga yang membutuhkan layanan kesehatan. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat
Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 3 = 5

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.