Masih Ada 90 Perlintasan KA di Wilayah Daop 5 yang Tidak Dijaga

Vice President PT Daop 5 Purwokerto, Joko Widagdo. Foto : ist/metrojateng.com

PURWOKERTO, METROJATENG.COM Perpotongan antara jalur kereta api (KA) dan jalan yang dibuat sebidang atau perlintasan sebidang seringkali menimbulkan kecelakaan lalu-lintas akibat kurang disiplinnya pengendara mematuhi rambu. Di wilayah Daop 5 Purwokerto sendiri sampai saat ini masih terdapat 90 perlintasan yang tidak dijaga.

Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto, Joko Widagdo dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan Ditjend Perkeretaapian, pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum serta pemerintah daerah pada hari Kamis (2/9) mengungkapkan , di  wilayah Daop 5 Purwokerto terdapat total 197 perlintasan sebidang baik resmi maupun tidak resmi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 107 dijaga dan 90 tidak terjaga. Sedangkan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 89.

“Tahun 2021 lalu, kita telah menutup 19 titik perlintasan sebidang, dari total target penutupan 20 perlintasan, mengingat pada prosesnya banyak mendapatkan penolakan dari masyarakat. Sehingga perlu difikirkan langkah atau solusi bersama oleh pemerintah pusat ataupun daerah untuk mengatasi perlintasan sebidang yang tidak resmi tersebut,” katanya.

Selama ini, lanjut Joko, untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang beberapa upaya telah dilakukan KAI, antara lain dengan melakukan sosialisasi dan menutup perlintasan tidak resmi. Karena sudah menjadi kewajiban PT KAI untuk tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan perjalanan KA beserta orang dan barang yang diangkutnya.

“Kami mengharapkan adanya komitmen dan kerjasama seluruh stakeholder seperti pemerintah daerah, pihak kepolisian dan operator untuk menyelesaikan persoalan perlintasan sebidang di jalur kereta api,” ucapnya.

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, keselamatan di perlintasan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga solusinya juga harus difikirkan bersama-sama. Selama ini, jika terjadi pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang, tidak hanya merugikan pengendara jalan tetapi juga merugikan perjalanan kereta api.

Selama tahun 2020 lalu, di wilayah Daop 5 Purwokerto telah terjadi 7 kali kecelakaan diperlintasan sebidang dan tahun 2021 pada enam bulan pertama sudah terjadi 5 kecelakaan yang sampai menimbulkan korban jiwa. Salah satu penyebab kecelakaan pada perlintasan KA, karena para pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu dan sirine yang terdapat pada perlintasan resmi.

Tanpa disadari, pandangan umum kerap menunjukkan bahwa keselamatan bertransportasi merupakan semata-mata tanggungjawab si penyelanggara moda transportasi tersebut. Padahal, jika ditilik lebih jauh, masing-masing pihak yang berkepentingan memiliki andil dan tanggungjawabnya sendiri. PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator dan penyelenggara sarana perkeretaapian pun memiliki porsi dan tanggungjawabnya.

“Tak jarang, jika ada kecelakaan lalu lintas yang terjadi di perlintasan sebidang, pandangan umum seolah-olah itu adalah menjadi tanggungjawab PT KAI, padahal hal tersebut akibat ketidakpatuhan pengendara terhadap rambu-rambu,” katanya.(ning)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.