Marwan Jafar : Fokus Pemulihan Kesehatan, Ekonomi, dan Jaga Persatuan

JAKARTA- Menanggapi situasi nasional akhir-akhir ini, Anggota DPR RI, Marwan Jafar, kembali mengingatkan semua pihak, utamanya pemegang otoritas untuk fokus pada penuntasan penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kegotong-royongan dan kebersamaan serta kerjasama positif seluruh elemen bangsa.

“Saatnya semua pihak kembali fokus pada isu-isu penting itu agar energi bangsa ini tak terbuang tanpa makna yang berarti,” tegas Marwan, di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Menurut Marwan, penanganan covid-19 sudah berjalan hampir satu tahun dan kini di ujung penantian vaksin sebagai salah satu solusi pamungkas utama. Karenanya, ia berharap agar dinamika dan kondisi nasional saat ini tidak kontra produktif.

“Jangan sampai kondisi politik dan keamanan nasional memperburuk upaya penanganan kesehatan masyarakat. Semua pihak harus terus membantu sosialisasi dan edukasi gerakan 3M secara massif, yakni memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan pakai sabun, dan juga 3 T (Testing, Tracing, dan Treatment),” ungkapnya.

Selain itu, Marwan mengingatkan pentingnya segera recovery ekonomi nasional. Di satu sisi, negara membutuhkan investasi yang tidak sedikit dari para investor dalam negeri dan luar negeri dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Namun demikian, perlu juga diimbangi dengan upaya-upaya nyata dalam konteks membantu perusahaan-perusahaan nasional dan pelaku-pelaku UMKM dalam rangka kita mewujudkan kemandirian industri nasional. Mewujudkan kemandirian industri adalah sebuah keharusan ditengah adanya PHK massif, daya beli masyarakat turun, pengangguran meningkat, angka kemiskinan juga terus meningkat, gini rasio kembali menganga, resesi, dan sebagainya.

“Kebijakan membuka akses bantuan dan pinjaman atau akses permidalan bagi para pelaku UMKM perlu dipermudah, dengan prosedur sesederhana mungkin. Majunya pelaku usaha nasional dan UMKM akan bangkitkan ekonomi nasional pula,” tegasnya.

Selain itu, Marwan juga mengharapkan semua pihak agar segera menghentikan kegaduhan nasional dan fokus pada persatuan nasional . Negara ini, telah teruji berhasil melewati berbagai tantangan selama ini sehingga bangsa ini tetap utuh dalam bingkai NKRI.

Marwan yakin, bangsa ini pasti bisa melewati tantangan ini. Syaratnya adalah semua pihak, baik pemerintah maupun stakeholder masyarakat cooling down, kembali pada penyadaran pentingnya merawat persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.

Perlu juga kebijakan satu pintu dari pemegang otoritas terkait sebagai upaya penanganan situasi nasional, sehingga tidak membingungkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan baru. Termasuk segala macam kebijakan pemerintah disampaikan satu pintu juga, dengan penguasaan materi dan elaborasi, serta artikulasi yang bagus dan mencerahkan rakyat. Ini menyangkut komunikasi publik yang yang belum tertara dengan baik.

Bukan antar pejabat menyampaikan pernyataan yang berbeda-beda, apalagi orang- orang yang menyampaikan kebijakan pemerintah tidak memguasai masalah, tidak meyakinkan publik, tidak bijak, tidak sejuk dan tidak teduh, tentu akan menambah tumpukan masalah yg mulai menggunung.

“Kegaduhan hanya akan buang-buang energi bangsa dan berpotensi gagal fokus pada masalah utama bangsa,” tegasnya.

Membantu sosialisasi dan edukasi gerakan 3M secara massif, yakni memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan pakai sabun, dan 3 T (Testing, Tracing, dan Treatment), serta merangkul organisasi kemasyarakatan dan para tokoh yang berpengaruh, termasuk mengajak masyarakat sipil untuk mengedukasi masyarakat kita. Dan itu semua adalah sesuatu yang penting dan sangat mendesak.

Selain itu, Marwan mengingatkan pentingnya segera recovery ekonomi nasional. Di satu sisi, lanjutnya, negara membutuhkan investasi yang tidak sedikit dari para investor dalam dan luar negeri, dalam rangka pemulihan ekonomi.

Namun demikian, perlu juga diimbangi dengan upaya-upaya mewujudkan industri secara mandiri dengan bantuan pemberian berbagai macam stimulus, restrukturisasi utang dalam jangka waktu tertentu, dan akses permodalan nyata, bukan basa-basi dalam konteks membantu perusahaan-perusahaan nasional dan pelaku-pelaku UMKM.

“Kebijakan membuka akses bantuan dan pinjaman atau akses permodalan bagi para pelaku UMKM perlu dipermudah, dengan prosedur sesederhana mungkin. Majunya pelaku usaha industri nasional dan UMKM akan bangkitkan ekonomi nasional pula,” tegasnya.

Selain itu, Marwan juga mengharapkan semua pihak agar segera menghentikan kegaduhan nasional dan fokus pada persatuan nasional.Negara ini, telah teruji berhasil melewati berbagai tantangan selama ini sehingga bangsa ini tetap utuh dalam bingkai NKRI.

Marwan yakin, bangsa ini pasti bisa melewati tantangan ini. Syaratnya adalah semua pihak, baik pemerintah maupun stakeholder masyarakat cooling down, kembali pada penyadaran pentingnya merawat persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.

Perlu juga kebijakan satu pintu dari pemegang otoritas terkait upaya penanganan situasi nasional sehingga tidak membingungkan masyarakat dan menimbulkan kegaduhan baru. Semua harus kembali pada tupoksinya masing-masing dan jangan keluar dari koridor tupoksi yang dimilikinya.

“Kegaduhan hanya akan buang-buang energi bangsa dan berpotensi gagal fokus pada masalah utama bangsa,” tegasnya.(*)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.