Marimas Mendorong Pelestarian Warisan Budaya Wayang Potehi

 

SEMARANG – Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain. Wayang Potehi dikenal di lingkungan masyarakat Tionghoa di seluruh Nusantara. Setelah adanya Instruksi Presiden No. 6/2000 yang ditandatangani Presiden Abdurrahman Wahid, masyarakat Tionghoa bebas mengekspresikan budaya dan telah menjadi bagian dari budaya nasional termasuk Wayang Potehi.

 

Dalam rangka mendorong pelestarian warisan budaya Wayang Potehi, PT Marimas Putera Kencana memberikan 1 unit Mobil Wayang Potehi Keliling. Mobil Wayang Potehi Keliling diserahkan oleh Harjanto Halim selaku Direktur Marimas Putera Kencana kepada Toni Harsono selaku Pelestari Budaya Wayang Potehi dari Jombang di kantor PT Marimas Putera Kencana Semarang.

 

Menurut Harjanto Halim, Wayang Potehi memiliki nilai sosial yg tinggi dan menunjukkan arti toleransi yang sebenarnya.

 

“Wayang Potehi yang akarnya dari masyarakat Tionghoa ternyata sekarang hampir semua dalangnya sudah bukan orang Tionghoa tetapi orang Jawa dan mereka malah lebih paham ritual2nya potehi dan sejenisnya yang masyarakat Tionghoa sendiri bahkan tidak paham. Sebuah budaya bukanlah milik etnis tertentu tetapi bisa dipelajari dan dijalankan oleh siapapun dari etnis manapun”, ujar Harjanto Halim.

 

Toni Harsono selaku Pelestari Budaya Wayang Potehi menyampaikan ucapan terimakasih kepada PT Marimas Putera Kencana atas support Mobil Wayang Potehi Keliling yang diberikan.

 

“Saya bercita-cita keliling Nusantara untuk melestarikan Wayang Potehi. Kesulitan dari Pementasan Wayang Potehi adalah bongkar pasang panggung yang menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Adanya Mobil Wayang Potehi Keliling ini sangat membantu karena tidak perlu bongkar pasang dan bisa berpindah tempat dengan mudah. Saya sudah sampaikan ke banyak pengusaha tetapi hanya bapak Harjanto Halim yang menyambut dengan baik”, ungkap Toni Harsono.

 

Harjanto Halim berharap mobil Wayang Potehi Keliling ini dapat turut melestarikan budaya yang sebenarnya sudah lama di Indonesia tetapi belum banyak yang mengenalnya.(ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.