Makan Sampah, Sapi dari TPA Jatibarang Dilarang untuk Kurban

Sapi-sapi dari TPA Jatibarang yang mengonsumsi sampah bisa membahayakan masyarakat karena kandungan timbal di dalam tubuhnya.

SEMARANGDinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang melakukan pengawasan ketat sapi-sapi dari tempat pembuangan akhir (TPA) Jatibarang agar tidak bebas sebagai hewan kurban. Terlebih lagi, sapi-sapi yang ada di sana memiliki kebiasaan memakan sampah.

Hewan ternak sapi memakan sampah di TPA Jatibarang. Foto: metrojateng.com/dok

Kadispertan Kota Semarang, WP Rusdiana mengatakan, sapi-sapi dari TPA Jatibarang yang mengonsumsi sampah bisa membahayakan masyarakat karena kandungan timbal di dalam tubuhnya. Pihaknya akan memberikan label atau surat keterangan bagi sapi-sapi yang sehat dan layak untuk kurban.

“Kami akan periksa asal sapi tersebut, ada surat keterangan sehatnya atau tidak. Jika tidak ada, maka tidak boleh dijual,” bebernya, Senin (15/7/2019).

Dia menambahkan, pengawasan dan sosialisasi mengenai kelayakan sapi-sapi di TPA Jatibarang sudah dilakukan sejak lama. Sapi-sapi dari TPA diharuskan menjalani karantina selama tiga hingga empat bulan.

Pengawasan juga dilakukan pada rumah potong hewan (RPH) sekaligus memeriksa kembali surat keterangan sehat hewan. RPH hanya akan memotong hewan jika disertakan surat keterangan sehat. Jika tidak ada, maka hewan akan dikembalikan.

“Data terakhir menyatakan ada sebanyak 2.400 sapi yang ada di sekitar TPA Jatibarang. Kami mengimbau peternak untuk segera mengurus surat ketentuan sehat hewan dan mulai mengarantina sapi agar layak dijual dan konsumsi,” imbuhnya.

Tahun depan, Pemkot Semarang akan menyiapkan lahan relokasi sapi-sapi yang bebas berkeliaran di TPA agar tidak lagi mengonsumsi sampah. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.