Mahfud MD: Siapapun Pemimpin dan Partainya Kalau Korupsi, Lawan!

Korupsi dan kemiskinan menjadi masalah sangat serius yang menimpa bangsa saat ini.

Gubernur Ganjar Pranowo menerbangkan merpati simbol kedamaian bagi alam semesta. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Anggota Dewan Pengarah, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD menyatakan pentingnya peran serta masyarakat untuk menangkal aksi korupsi dan ketidakadilan yang terjadi saat ini.

Ia menyebut jika masalah korupsi dan kemiskinan masih menjadi sangat serius bangsa saat ini. Secara angka nasional kemiskinan saat ini berkisar 8-9 persen. Pun dengan praktik korupsi yang dinilai masih cukup banyak terjadi.

“Demi kebenaran, kita harus berani melawan ketidakadilan, siapapun pemimpin dan partainya kalau korupsi kita lawan demi tegaknya NKRI. Kepada siapapun kita lawan, kalau untuk ketidakadilan dan korupsi,” tuturnya, saat berorasi dalam apel kebangsaan bertema Kita Merah Putih di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3/2019).

Indonesia, katanya adalah bangsa besar yang berwatak dan berperilaku merah putih. Sehingga, sudah semestinya kalau seluruh elemen terus menjaga sikap sebagai sebuah bangsa.

Kepada generasi bangsa, ia mengajak untuk berani dan tegas melawan korupsi dan ketidakadilan. Termasuk enjaga bangsa Indonesia dengan ikatan kebangsaann yang kokoh.

“Kita ini menjadi masyarakat mulia di dunia. Kita bisa menentukan nasib dan memilih pemimpin kita sendiri. Maka jangan terpecah hanya karena pemilu. Anda boleh memilih siapa saja, partai apa saja,” paparnya.

Apel kebangsaan sendiri digelar Minggu (17/3/2019) di Simpanglima Semarang. Jumlah pesertanya ditaksir mencapai ratusan ribu orang. Selain Mahfud MD, hadir dalam acara tersebut semua tokoh agama mulai Uskup Agung Semarang, Monsinyur Robertus Rubiyatmoko, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pengasus Ponpes Al Anwar Sarang Rembang KH Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi). (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.