Mahasiswa UNS Temukan Beras untuk Penderita Diabetes 

SOLO – Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menemukan beras analog berbasis bonggol pisang kering yang bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes melitus. Ketiganya; Hana Puspita, Yunita Merlin Tamara, dan Muhamad Rivky Arsito dari Fakultas Pertanian.

Tiga mahasiswa UNS memamerkan beras analog dari bonggol pisang. (foto: metrosemarang/MJ-25)

Mereka terinspirasi meneliti bonggol pisang karena bonggol pisang memiliki komposisi yang terdiri dari 76 % pati, 20 % air, karbohidrat 66,2 %, protein, dan mineral-mineral yang bisa digunakan sebagai penganti beras. Selain itu, kelebihan dari bonggol pisang kering, memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kalori beras (363 kal). Dimana kandungan karbohidrat, lemak, dan protein bonggol pisang kering lebih rendah jika dibandingkan dengan karbohidrat beras padi.

“Penyakit diabetes militus itu ancaman ya dan penderitanya semakin meningkat. Kita teliti bonggol pisang ini mampu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif, antaranya penyakit diabetes melitus, tekanan darah tinggi, dan obesitas,” ujar Hana Puspita, saat ditemui di UNS, Rabu (11/7).

Pembuatan beras analog dengan bahan baku bonggol pisang diawali dengan pembuatan tepung bonggol pisang. Tepung bonggol pisang akan dijadikan beras analog menggunakan metode ekstruksi dan hasilnya diteliti karakteristik yang terdapat pada beras analog yang meliputi karakteristik fisik,kimia dan sensori.

“Kita potensi tersebut, dimana bonggol pisang dapat didiversifikan menjadi beras analog dengan indeks glikemik rendah sebagai suplemen makanan pokok bagi penderita penyakit degeneratif,” jelasnya.

Beras analog berbahan baku bonggol pisang diharapkan mampu menjadi suplemen bagi penderita diabetes melitus. “Beradasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan kimia yang terdapat dalam beras analog bonggol pisang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan beras padi yang dapat memicu penyakit degeneratif,” ujar Hana. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

82 − = 75

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.