Mahasiswa UNS Optimalkan Koperasi dengan Mengembangkan dan Menyejahterakan UMKM

BATANG, METROJATENG.COMMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di domisili masing-masing mahasiswa. Mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal tergabung dalam Kelompok 26 KKN Tematik UNS yang mengambil tema pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis edukasi digital di masa pandemi Covid-19 ini. Pelaksanaan KKN dilakukan di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.

“Kebetulan di Kelurahan Kasepuhan ini terdapat banyak pelaku usaha dan terdapat koperasi yang bisa dijadikan media untuk mengembangkan potensi pelaku usaha yang terdapat di Kelurahan Kasepuhan” ujar Luhung Legowo, selaku koordinator Tim KKN UNS Kelompok 26.

Nur Ilmi, anggota Tim KKN UNS Kelompok 26, menambahkan bahwa koperasi di Kelurahan Kasepuhan sampai saat ini hanya digunakan sebagai koperasi simpan pinjam saja, sayang sekali jika koperasi tersebut tidak digunakan sebagai media pemberdayaan pelaku usaha yang ada di Kelurahan Kasepuhan.

Kemudian Tim KKN UNS kelompok 26 mengusulkan ide dan menginisiasi untuk menambah unit usaha baru yakni memberdayakan produk-produk UMKM lokal untuk dipasarkan secara digital melalui satu pintu dengan atas nama Koperasi Bina Umat Sejahtera.

Pengembangan UMKM dilakukan dengan cara memberikan pendampingan untuk dapat mengoptimalisasi UMKM itu sendiri, khususnya UMKM yang tergabung dengan Koperasi Bina Umat Sejahtera yang terdapat di Kelurahan Kasepuhan. Kegiatan ini dilaksanakan sejak awal hingga akhir Agustus.

“Kami, dari tim KKN UNS kelompok 26 melihat adanya potensi UMKM yang tergabung dengan Koperasi Bina Umat Sejahtera, seperti olahan sale pisang, eggroll, hingga keripik tempe, peyek dan usus. Namun, kurangnya pengetahuan UMKM mengenai pentingnya marketing dan strategi labeling maupun packaging membuat pasar dari produk tersebut hanya terbatas pada daerah Batang saja. Sehingga tim KKN UNS kelompok 26 memfokuskan kegiatan pengabdian pendampingan UMKM agar dapat mengembangkan potensi dari UMKM yang sudah ada” tambah Luhung.

Pentingnya pengetahuan digital pada zaman sekarang, dirasa perlu untuk segera dikenalkan pula ke masyarakat secara luas. Pasalnya semua orang berlomba-lomba dalam menciptakan usaha mereka untuk berbasis digital mulai dari tahap produksinya maupun sampai tahap pemasarannya. Mereka saling bersaing tak terkecuali para pelaku usaha UMKM.

Dari awal mulanya produk UMKM mereka hanya dikenal oleh masyarakat lokal saja, kemudian dengan dengan inisiasi dari tim KKN UNS kelompok 26 ini harapannya produk UMKM Kelurahan Kasepuhan juga dikenal oleh luar daerah bahkan sampai mancanegara, karena seperti yang kita tahu jangkauan dari digitalisasi pemasaran suatu produk misalnya melalui e-commerce bisa diakses di daerah manapun di tempat manapun tak terbatas oleh waktu.

“Dalam hal ini sudah menjadi tugas dan kewajiban dari para mahasiswa khususnya bagi mahasiswa yang sedang melakukan KKN yang mana bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai agen perubahan untuk mengabdi, memberdayakan dan memajukan masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi” ujar Eko Prasojo warga setempat Kelurahan Kasepuhan Batang.

Tim KKN UNS Kelompok 26 memberikan pendampingan dengan cara memberi edukasi mengenai pentingnya strategi packaging, labeling, serta dilakukan pula edukasi cara digital marketing yang baik melalui media sosial. Selain itu, tim KKN UNS kelompok 26 juga memfasilitasi pembuatan akun penjualan di e-commerce Shopee, serta pembuatan akun Instagram dan Facebook yang nantinya dapat digunakan sebagai wadah promosi pula. Tak hanya memberikan fasilitas berupa pembuatan akun-akun tersebut saja, namun juga melakukan transfer ilmu untuk mengoperasikan dan me-maintenance sosial media dan e-commerce tersebut.

Dengan adanya kegiatan pendampingan ini diharapkan pelaku UMKM yang tergabung dalam Koperasi Bina Umat Sejahtera dapat lebih maju, serta dapat memperluas pemasaran hingga ke berbagai daerah, tidak terbatas pada Kabupaten Batang saja.(luh/ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.