Mahasiswa Undip Ciptakan Genteng Ramah Lingkungan Berbahan Baku Stirofoam

Ide awal membuat genteng ini karena keprihatinan melihat banyaknya bekas stirofoam.

SEMARANG- Lima mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang berhasil menciptakan genteng ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah stirofoam. Mereka adalah Yunnia Rahmandanni, Nurul Halwiyah, Laitufa Nida, Ibadurrahman dan Rifqi Rudwi Rafifta.

Mahasiswa pembuat genteng dari stirofoam berdiskusi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono di ruang kerjanya, Rabu (19/9/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Genteng model baru ini bernama Environmental Friendly Anti-Earthquake Styrofoam Tile (E-FAST). Hasil inovasi akan dilombakan pada even International Trade Fair for Ideas, Imventions and New Products atau IENA di Nuremberg Jerman pada November 2018.

Mereka merupakan wakil Indonesia yang siap berkompetisi dengan mahasiswa lain dari berbagai negara. Menurut Rifqi Rudwi Rafifta, ide awal membuat genteng ini karena keprihatinan melihat banyaknya bekas stirofoam.

“Limbah stirofoam itu sulit diurai oleh alam. Memerlukan waktu yang lama, sehingga menjadi sampah,” ujarnya.

Setelah diteliti, ditemukan kandungan dalam stirofoam ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku genteng setelah dicampur dengan semen, pasir dan kapur. Selain itu genteng ini juga aman dari gempa karena bobotnya tidak terlalu berat.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, yang ditemui kelima mahasiswa itu, menyampaikan apresiasinya. Ia mendorong agar pemerintah memfasilitasi karya mahasiswa itu untuk berkembang. “Inovasi mahasiswa ini layak didorong, karena berguna mengurangi sampah dan meminimalkan risiko gempa,” kata dia. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.