Mahasiswa Undip Buat Antiseptic dari Pelepah Pisang

Pelepah pisang mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat menyembuhkan luka dan bersifat antimikroba.

Mahasiswa KKN Undip Desa Pilang Payung, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan membuat antiseptik dari pelepah pisang. Foto: dokumentasi

 

SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Desa Pilang Payung, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan membuat antiseptik dengan bahan dasar pelepah pisang. Hal itu didasari karena mahasiswa sadar jika tangan merupakan rumah bagi bakteri dan dapat menyebar ke berbagai tempat lain hanya dengan sentuhan.

Mahasiswa Undip, Anggis memaparkan, pelepah pisang mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat menyembuhkan luka dan bersifat antimikroba, di dalamnya juga mengandung zat tanin yang efektif membunuh kuman.

Pembuatan antispetik ini cukup sederhana, pelepah pisang dikupas kulitnya sampai lapisan ketiga atau terlihat gabusnya, lalu dipotong kecil-kecil agar mudar untuk dijus. Juicer pelepah pisang akan mengeluarkan sari kemudian disaring. Terakhir dicampurkan dengan bahan kimia antiseptic, seperti alkohol 70 persen dan Aquadest.

“Kami telah mensosialisasikan pembuatan antiseptik ini sekaligus memberikan informasi pada masyarakat tentang dampak mikroorganisme yang merugikan, seperti diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichiacoli, keracunan makanan dari bakteri Salmonella dan Shigella serta penyakit kulit atau gatal-gatal yang bisa disebabkan dari bakteri Staphylococcus epidermis,” tuturnya, Selasa (19/2/2019).

Dia berharap, dengan upaya pencegahan awal di antaranya melindungi tangan dari kuman dengan menggunakan antispetik pelepah pisang, dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Terlebih lagi, pelepah pisang merupakan bahan yang mudah ditemukan di lokasi KKN tersebut. (ade)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.