Mahasiswa KKN, Edukasi Masyarakat Berkegiatan Dengan Kenormalan Baru

WONOGIRI, METROJATENG.COMPelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semi Luring yang dilakukan oleh Kelompok 258 selama satu bulan di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Dengan mengusung tema “Sosial” yaitu menghidupkan program kemasyarakatan, program KKN ini berguna meningkatkan partisipasi warga dalam kenormalan baru di Era Pandemi. Berbagai kegiatan dilakukan guna mendorong masyarakat melakukan aktivitas seperti sedia kala.

Dengan sembilan anggota kelompok KKN yang terdiri dari berbagai fakultas dan program studi berbeda mulai dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Fakultas Keolahragaan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Budaya, hingga Fakultas Pertanian yang turut menambah semarak berbagai kegiatan sesuai dengan latar belakang keilmuan masing-masing.

Dalam bidang pendidikan, kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi stimulus belajar daring dan edukasi literasi yang bertujuan untuk menambah semangat anak-anak dalam belajar dan meningkatkan minat membaca di tengah pandemi melalui kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menurut salah satu partisipan yaitu Rea, ia merasa antusias karena kehadiran Mahasiswa KKN “Diminta menulis cita-cita di pohon harapan, jadi tambah semangat. Kami senang karena kakak-kakak membantu dalam mengerjakan tugas sekolah”

Selain itu, salah satu mahasiswa KKN yaitu Ardan Syaifudin merasa terharu dengan situasi yang terjadi “Anak-anak ini semua punya cita-cita yang tinggi jadi ga nyangkadan kasihan juga karena mereka harus belajar dalam kondisi pandemi begini”

Selain kegiatan tersebut, kegiatan yang dilakukan yaitu pendataan untuk memperoleh informasi terkait warga terdampak pandemi yang berada di tujuh dusun dalam Desa Gemantar meliputi Dusun Kenangan, Dusun Blewah, Dusun Nanggan, Dusun Dukuh, Dusun Bakalan, Dusun Ngaliyan, dan Dusun Gemantar

Sebagai salah satu langkah, mahasiswa membagikan bantuan berupa bahan makanan secara berkelanjutan kepada keluarga yang sedang isolasi mandiri (isoman). Hal ini sebagai bentuk stimulus guna mendorong program Jogo  Tonggo Desa Gemantar yang kurang berjalan.

Dalam bidang kesehatan, diselenggarakan sosialisasi terkait pentingnya penggunaan double masker dan edukasi pangan sehat. Sosialisasi double masker dilaksanakan supaya masyarakat menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi pangan sehat berupa penjelasan mengenai pembuatan ramuan herbal yang ditujukan kepada warga setempat. Ramuan herbal tersebut berbahan dasar jahe, kencur, serai, dan jeruk nipis. Ramuan herbal itu sendiri memiliki beberapa khasiat meliputi memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu proses detoksifikasi tubuh, berperan sebagai anti-inflamasi, memperlancar pencernaan, dan juga kaya akan antioksidan. Gaya hidup sehat bermanfaat untuk mencegah paparan Corona Virus Disease 19 (Covid-19). Pelaksanaan sosialisasi dan edukasi tersebut diikuti oleh anak-anak Dusun Nanggan dengan antusias dan interaktif.

Guna memantik semangat warga dalam upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh diadakan pula program perbaikan fasilitas olahraga voli berupa kerja bakti membersihkan lapangan serta pemasangan jaring dan net bersama warga sekitar di lapangan Dusun Kenangan.

Untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi memerangi Covid-19, mahasiswa juga mengadakan mural bersama yang berisi imbauan untuk selalu patuh terhadap gaya hidup new normalseperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Tidak ketinggalan, berbagai poster dan banner terkait imbauan Pandemi juga dipasang di dua lokasi yakni Dusun Nanggan dan Dusun Ngaliyan sebagai upaya untuk menciptakan kesadaran di masyarakat secara luas.

Sebagai bentuk dukungan lainnya, Kelompok KKN 258 juga membuat Hand sanitizerotomatis yang ditempatkan di Kantor Desa Gemantar. Sekretaris Desa Gemantar yaitu Bapak Ibnu Purwanto mengatakan tidak keberatan akan hal tersebut “Ya, dengan senang hati kami terima. Terima kasih.”

Beliau juga berharap satu tindakan itu akan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk selalu mencuci tangan sebelum atau sesudah berinteraksi dengan orang lain.

“Semoga masyarakat lebih sadar untuk mencuci tangan atau memakai hand sanitizerdalam berkegiatan.”imbuhnya. (rat/ris)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.