Mahasiswa Antusias di Kelas eSport Udinus

Kami akan latih mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan bermain game dari trik dan strategi.

SEMARANG- Hari sudah sore saat sejumlah mahasiswa masuk ke Ruang 13 di Lantai Lima gedung D Universitas Dian Nuswantoro. Suasana perkuliahan terlihat berbeda dari biasanya.

Mahasiswa mengikuti kelas eSport (olahraga elektronik) di kampus Universitas Dian Nuswantoro, Rabu (28/11/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Tak ada bangku-bangku berjejer rapi. Hanya ada lima sampai enam mahasiswa yang ikut proses pembelajaran di ruangan tersebut. Al Kautsar salah satunya, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Udinus Semarang itu mengaku hari itu sedang ikut sesi kelas program eSport (olahraga elektronik).

Ini merupakan sesi pembelajaran yang menarik baginya. Sebab, ia yang hobi bermain game bisa sekalian mengasah kemampuannya.

“Kebetulan suka ngegame. Maka ketika saya diajak teman ikut program eSport, langsung saya iyain. Lumayan kan bisa menambah ilmu,” kata pria bernama lengkap Muhammad Faris Al Kautsar tersebut kepada metrojateng.com, Rabu (28/11/2018).

Ia mengatakan ada kesulitan tersendiri saat ikut program eSport. Selain terbentur ego masing-masing mahasiswa. Ia juga kadang kesulitan menyatukan ikatan.

“Karena yang ikut kelas eSport kan rata-rata memang gamer. Mereka pada jago ngegame,” bebernya.

Kelas eSport di Udinus sudah dibuka sejak September kemarin. Kemudian akan berlangsung, hingga Maret 2019 nanti. Al Kautsar ingin nantinya bisa ikut kejuaraan eSport dan menjuarai kontes-kontes skala lokal maupun nasional.

“Selama ini ikut lomba tak pernah menang. Semoga dengan adanya kelas eSport ini bisa meningkatkan trik dan kemampuan biar bisa jadi juara,” ujarnya.

Ketua Umum IeSPA (Indonesia eSport Association) Jawa Tengah, Nicodemus Dimas Nugrah Widiutomo mengatakan, kerjasama antara IeSPA Jateng dengan Udinus bukan membawa
mahasiswa sebagai gamer.

Melainkan demi membawa mahasiwa menjadi atlet-atlet game profesional dan dapat berlaga di nasional bahkan internasional.

“Kami akan latih mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan bermain game dari trik dan strategi. Terutama membekali mereka aatitute dalam bermain game. Nantinya jika dalam perekrutan memiliki peranggai jelek maka kami tidak akan rekrut dalam komunitas baru di Udinus nanti,” katanya.

Nicodemus menuturkan beberapa game yang menjadi fokus utama pada awal kerjasama tersebut yakni games yang bertipe startegi. Ada empat modul pembelajaran yaitu game DOTA2, CSGO, Mobile Legend dan Point Blank.

“Dengan adanya hal ini diharapkan bisa memberikan motivasi tambahan untuk para mahasiswa didalam berkarya dan berjuang di bidang eSports. IeSPA Jateng juga akan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa yang berprestasi di bidang eSports. Kami di Udinus terdapat dua cabang yakni Defense of Ancient (DOTA) 2 dan Counter Strike Global Offensive (CS GO) serta beberapa game sekunder lainnya,” tukas Nico. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.