Magelang Didorong jadi Agen “Kota Cerdas”

Kota Magelang bisa menjadi agen sehingga kota-kota lain berguru bagaimana mewujudkan daerah menjadi smart city.

MAGELANG – Kota Magelang diharapkan bisa menjadi agen untuk menularkan kepada daerah lain menjadi kota cerdas atau “Smart City”. Kota Sejuta Bunga ini dinilai sudah luar biasa dan memiliki modal sebagai Smart City.

Rangkaian kegiatan Kirab Budaya “Ndalu” yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi ke-1113 Kota Magelang di kawasan Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (29/6/2019) malam. Kota Magelang didorong menjadi agen smart city bagi kota-kota di Indonesia. Foto: metrojateng.com/dok

“Saya berharap Kota Magelang bisa menjadi agen sehingga kota-kota lain berguru ke sini bagaimana mewujudkan daerah menjadi smart city,” kata Adi Mulyanto, staf pengajar program studi Teknik Informatika Institut Teknologi bandung (ITB), usai pembukaan bimbingan teknis smart city tahap IV Tahun 2019, di ruang Adipura Kencana Pemkot Magelang, Kamis (10/10/2019).

Kegiatan dibuka Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito. Adi yang merupakan pembimbing dan pendamping Gerakan Menuju 100 Smart City menjabarkan bahwa smart city pada intinya mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Faktor ekonomi menjadi hal penting dengan mengunggulkan budaya atau kearifan lokal.

“Dengan memanfaatkan kearifan budaya lokal akan lebih optimal dalam mengembangkan dan menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya Kota Magelang sudah luar biasa dalam mewujudkan sebagai smart city. “Harapan kita bisa mengajak kota dan daerah lain di Indonesia yang jumlahnya ada 450 untuk menjadi kota cerdas,” tandasnya.

Melihat Kota Magelang yang hanya memiliki luas 18 km2 dan tidak ada sumber daya alam, Adi berpesan agar kota ini bisa mengembangkan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition  (MICE). “Bagaimana caranya agar masyarakat luar Magelang baik regional, nasional maupun internasional, datang ke sini karena banyak destinasi wisata. Mereka boleh wisata di luar Magelang, namun transaksinya di sini,” jelasnya.

Saat ini Kota Magelang tinggal meningkatkan saja dan membuat branding agar investor juga mau masuk, karena peluang investasi masih terbuka luas.

Wali Kota Sigit Widyonindito menambahkan, dirinya ingin seluruh OPD bisa merumuskan smart city dan menjabarkan program-programnya untuk kesejahteraan masyarakat.
Smart City di Kota Magelang, ujarnya, sudah lama dilaksanakan.

“Ternyata konsep kita yang sudah berjalan 10 tahun ini, ditingkat nasional juga mengadakan. Sekarang tinggal melengkapi,” ucapnya.

Menurut Sigit, saat ini yang penting adalah komitmen semua pihak bagaimana mengelola kota dengan efektif dan efisien serta maksimal. “Kita tidak punya sumber daya alam apa-apa, maka semua OPD harus smart,” tandas Sigit. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.