Maanjakan Lidah dengan Citarasa 30 Bakmi Nusantara

Pengunjung mengantre di sebuah stan bakmi di pelataran Sri Ratu, Jalan Pemuda, Semarang
?
SEMARANG – Pecinta kuliner di Semarang kembali dimanjakan dengan ragam menu yang hadir dari pelosok Tanah Air. Betapa tidak, pada akhir pekan ini Komunitas Kuliner Semarang untuk pertama kalinya menyuguhkan Festival Bakmi Nusantara di pelataran parkir Mal Sri Ratu, Jalan Pemuda.

Festival Bakmi yang dihelat mulai 30 Agustus-4 September tersebut, menampilkan 30 menu olahan mie yang mampu menggoyang lidah warga Semarang. Panitia menjual puluhan mie itu seharga Rp 10 ribu-Rp 30 ribu per porsi.

Firdaus Adinegoro, Ketua Komunitas Kuliner Semarang bilang puluhan mie yang disuguhkan dalam festival itu berasal dari Aceh hingga Pontianak.

“Kita suguhkan bermacam olahan bakmi mulai mie Belitung, mie Palembang, mie Pontianak, mie Jawa, mie Bandung, juga soto mie Jakarta,” ungkap Firdaus kepada metrosemarang.com, di lokasi festival, Rabu (31/8).

Ia lalu menyebut bahwa ragam citarasa bakmi itu juga didukung santapan mie dari resep luar negeri macam mie ramen Jepang, spageti serta Korean Mie. Menurutnya, bakmi yang kaya rasa itu kini dijual murah meriah di 60 stand yang dipasang di lokasi festival.

“Kita juga mengombinasikan menu-menu mie yang ada di sini dengan sajian lainnya seperti sate serta aneka jus,” ujarnya.

Saat ini, ia mempertajam misi untuk menonjolkan perbedaan citarasa mie namun tetap dalam bingkai Keindonesiaan. Bakmi, kata dia, juga jadi menu yang telah diadopsi di seluruh dunia. Ada mie ramen yang dipadukan dengan bihun sampai bakmi yang ditambahi dengan seafood dan telur bebek.

“Yang jelas, terdapat muatan lokal pada olahan mie yang sangat menarik jika ditampilkan ke publik. Bakmi adalah wajahnya Indonesia,” imbuhnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.