Longsor Tutup Akses Jalan Magelang-Boyolali

Tercatat ada 16 kejadian tanah longsor dan pergerakan tanah yang mengakibatkan sembilan bangunan rumah rusak ringan,

MAGELANG – Tebing yang berada di jalur Dusun Windusabrang Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, ongsor setelah kawasan itu diguyur hujan di sertai angin selama dua hari, Sabtu-Minggu (16-17/3). Akibatnya akses jalan dari Sawangan menuju Boyolali tertutup  sejak Minggu malam.

Petugas Bina Marga Jateng membersihkan material longsor di Dusun Windusabrang Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang, Senin (18/3/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Longsor juga terjadi di Jalan Magelang-Boyolali KM 26 di dusun yang sama dengan material longsoran setinggi 1,5 meter dengan panjang longsoran mencapai 13 meter dan lebar 12 meter.

Namun akses jalan kini sudah bisa dilalui kembali. Longsoran sendiri mencapai 10 meter dan lebar 12 meter. Dua alat berat backhoe dikerahkan oleh Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Wilayah Magelang untuk membersihkan material longsor.

Koordinator Lapangan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Wilayah Magelang, Suparmin mengatakan bahwa pihaknya diterjunkan untuk membersihkan dua titik longsoran yang cukup besar dan memakai alat berat. Menurut Suparmin, ada enam titik longsor di Kecamatan Sawangan.

Pembersihan dibantu para relawan, warga dan anggota polsek setempat. Diakui Suparmin, jalur ini memang rawan longsor dan sudah kerap terjadi longsoran ini. “Tahun ini sudah lima kali terjadi longsoran,” ungkapnya di sela pembersihan longsor, Senin (18/3/2019).

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengungkapkan, hujan yang terjadi sejak dua hari lalu, menyebabkan 14 desa dari empat kecamatan di Kabupaten Magelang mengalami bencana longsor dan pergerakan tanah. Keempat kecamatan tersebut, yakni Sawangan, Salaman, Borobudur, dan Kecamatan Kajoran.

Edy menambahkan, tercatat ada 16 kejadian tanah longsor dan pergerakan tanah yang mengakibatkan sembilan bangunan rumah rusak ringan, 18 rumah terancam, dan empat KK terpaksa mengungsi.

Dandim 0705/Magelang Letnan Kolonel Arm Kukuh Dwi Antono langsung turun meninjau lokasi tanah longsor yang ada di dusun Basongan, Desa Kalisalak Kecamatan Salaman. Di sini juga terjadi longsor dan menyebabkan  sembilan rumah rusak.

Pihaknya siap membantu pemerintah untuk menangani bencana alam yang terjadi. “Kodim 0705/Magelang sudah berkomitmen dan selalu siap bersama warga dan pemerintah daerah dalam penanganan segala bentuk kejadian bencana yang terjadi di wilayah Magelang,” ungkapnya.

Kepala Desa Kalisalak, Maskur menjelaskan, alat EWS atau early warning system tidak berfungsi saat terjadi longsor, karena rusak. Dalam kejadian ini, dua rumah di Dusun Gorangan Lor dan satu rumah di Dusun Basongan mengalami kerusakan. Saat ini penghuni rumah tersebut mengungsi ke tempat tetangga yang lebih aman.(MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.