Lomba Baca Puisi Kreatif dan Teater Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

Lomba baca puisi kreatif diharapkan dapat menggairahkan generasi muda untuk mencintai dunia baca dan menulis.

JEPARA – Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Jepara menjadi momentum kebangkitan kesenian di tingkat pelajar. Setidaknya dua festival kesenian diselenggarakan di dua lokasi yang berbeda.

Lomba baca puisi kreatif di Sanggar Gaperto Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo, Jepara, Minggu (28/10/2018). Foto: metrojateng.com

Di Sanggar Gaperto Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo, 42 peserta tingkat umum dan 30 tingkat pelajar beradu kreativitas dalam lomba baca puisi kreatif tingkat Jawa Tengah. Di alam terbuka dengan tata ruang sebuah pekarangan, mereka memadukan teks puisi dan dramatik di hadapan lima dewan juri, di antaranya Sosiawan Leak, Wage Tegoeh Wijono, Bontot Sukandar, Kustam Ekajalu, Sarjono.

Sosiawan Leak menuturkan, lomba baca puisi kreatif berbeda dengan genre baca puisi konvensional. Pembaca dituntut untuk mengembangkan alur puitik menjadi alur dramatik.

“Kalau baca puisi kreatif itu dari teks puitik diwujudkan dalam komponen dramatik. Ada akting, ruang, namun tidak lepas dari teks mulanya,” ujarnya, Minggu (28/10/2018).

Belum banyak berkembang, lanjut Leak, namun genre tersebut menjadi bentuk kreatifitas baru dalam sastra pertnjukan. Seorang pembaca puisi bukan hanya fokus pada tatanan konvensional, melainkan pengembangan ke dalam komponen pertunjukan.

“Pembaca puisi di sini, membangun dramatik, gestur, ruang dengan mengeksplorasi puisi itu sendiri dan panggungnya. Bagi pembaca puisi konvensional harus kembali mengadaptasi, meski ada beberapa peserta yang gagal,” tuturnya.

Didit Endro S, Direktur Yayasan Gaperto menambahkan bahwa lomba baca puisi kreatif sudah berlangsung tujuh kali. Namun, baru tiga tahun terakhir mengeksplor Kabupaten Jepara.

“Lomba ini sebagai sambungan dari peluncuran antologi puisi membaca Jepara. Peserta wajib membacakan salah satu puisi yang ada di dalam buku itu,” paparnya.

Diharapkan, lomba baca puisi kreatif yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dapat menggairahkan generasi muda untuk mencintai dunia baca dan menulis.

“Mengajak generasi muda untuk sadar baca dan menulis. Momen Sumpah Pemuda sangat tepat,” ungkapnya.

Festival Teater

Di lain tempat, Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara menggelar festival teater pelajar di Aula SMA 1 Jepara. Enam peserta yang ikut merupakan finalis dari seleksi yang dilaksanakan dua bulan sebelumnya.

“Ada belasan kelompok teater pelajar di Jepara. 15 lebih aktif berproses. Maka Dewan Kesenian memberikan ruang bagi mereka untuk meningkatkan kualitas melalui lomba,” kata Komite Teater Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Jepara, Kustam Ekajalu.

Menurutnya, tiap kelompok peserta mengangkat isu yang berkembang di Jepara. Mulai dari persoalan budaya, seni, ekonomi dan bahkan logat bahasa pun ala Jepara.

“Kami pikir harus ada ruang untuk meningkatkan kualitas, kesadaran berkesenian sekaligus ajang silaturahmi. Festival teater ini sudah berlangsung sekitar lima kali,” tandasnya.(MJ-23)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.