Literasi untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa

Literasi sangat penting untuk siswa karena literasi bukan hanya bisa membaca tetapi lebih bagaimana memahami sebuah bacaan. Dengan banyak membaca, kreativitas seseorang menjadi meningkat karena pengetahuannya juga bertambah.

Siswa sebaiknya didorong untuk lebih banyak membaca baik di sekolah maupun di rumah. Untuk di sekolah, guru bisa membuat kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas pelajaran sekolah maupun kegiatan di luar pelajaran agar siswa lebih banyak membaca.

Di rumah, siswa juga sebaiknya didorong untuk lebih suka membaca dengan beberapa cara. Sebenarnya cara yang paling efektif adalah bila di lingkungan rumah, anggota keluarga seperti ayah, ibu, saudara juga suka membaca, otomatis siswa juga akan mengikuti kecintaannya pada buku. Tetapi bila hal tersebut sulit untuk dilakukan, siswa bisa dilatih suka membaca dengan bermacam-macam permainan.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di sekolah untuk meningkatkan literasi siswa sekaligus meningkatkan kreativitas adalah :

 

1. Diskusi

Diskusi antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa adalah salah satu cara untuk meningkatkan literasi siswa.

Sebuah diskusi dapat dibuat secara spontanitas, misalnya saat guru menerangkan, di saat akhir proses penjelasan pelajaran, bisa melempar pertanyaan ke siswa, “apakah ada solusi tentang ….”, “punya ide baru untuk ….” atau “bagaimana menurut kalian tentang…..”.

Selain spontanitas, diskusi dapat dibuat sebagai salah satu kegiatan dalam kelas sebagai diskusi antar kelompok siswa. Guru menyiapkan topik bahan diskusi dan siswa dapat mempersiapkan materinya sebelum berdiskusi. Sebelum diskusi, siswa memaparkan pendapat kelompoknya kepada kelompok lain untuk kemudian didiskusikan.

Dengan berdiskusi, siswa akan berusaha mencari tahu lebih dalam tentang topik yang akan didiskusikan. Hal ini akan mendorong siswa untuk mencari referensi lebih banyak dan referensi yang paling mudah didapat adalah dengan cara membaca. Semakin banyak referensi yang dibaca, siswa bisa semakin aktif dalam diskusi dan mengutarakan pendapatnya atau menyanggah pendapat siswa lain sesuai dengan referensi bacaannya.

 

2. Tugas Project

Project pelajaran adalah salah satu tugas yang menuntut siswa untuk mencari referensi dan mempelajarinya secara mendalam. Tugas project dapat dibuat untuk materi pelajaran apapun, misalnya project sains, project sosial, project bahasa atau pelajaran lain.

Tahapan dalam project biasanya guru memberi tema tertentu dan siswa mengolah tema yang diberikan menjadi project yang bisa diwujudkan. Misalnya guru memberi tema, pemanfaatan sampah plastik. Siswa bisa membuat project bermacam-macam dari tema tersebut dan di sini kreativitas siswa diperlukan. Siswa bisa membuat project, taman hidroponik dengan bahan plastik, hiasan dinding dari plastik, kincir angin dari plastik dan masih banyak lagi project-project yang memanfaatkan plastik daur ulang.

Proses pembuatan project, dari brainstorming untuk mendapatkan ide project, mencari referensi untuk project, mengkampanyekan project agar dikenal oleh siswa lain dan membuat laporan project, membutuhkan banyak literasi dan kreativitas. Siswa yang terbiasa membuat project, terbiasa mencari literasi untuk sumber referensinya.

Untuk tugas-tugas kreatif seperti project ini, Canva memberi fasilitas ke guru dan siswa kelas 1 hingga kelas 12 melalui program Canva Pendidikan. Dengan program Canva untuk Pendidikan, guru dan siswa mendapat Canva Pro gratis sehingga dapat mengakses desain-desain Canva, termasuk desain premium.

Guru dan siswa dapat memanfaatkannya untuk membuat jadwal, poster, infografik, storyboard untuk kegiatan pembelajaran. Sedangkan guru juga dapat membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), raport siswa, sertifikat dan masih banyak desain lain yang mudah dipakai oleh yang awam dengan desain.

Untuk mendapatkan akses Canva Pendidikan gratis, guru perlu mendaftar terlebih dahulu di media pembelajaran kreatif ini.

 

3. Storytelling

Salah satu untuk meningkatkan ketertarikan siswa pada literasi adalah dengan cara storytelling. Storytelling bisa dilakukan oleh guru bagi siswa TK maupun siswa SD. Sedangkan untuk siswa SMP dan SMA, siswa sendiri yang melakukan kegiatan storytelling.

Bagi siswa SD, kegiatan storytelling adalah kegiatan yang menyenangkan, melatih imajinasi siswa dan membuat siswa SD tertarik dengan buku yang diceritakan dalam storytelling. Selain itu, siswa juga menjadi tertarik akan isi storytelling. Misalnya storytelling tentang kisah rakyat daerah Banyuwangi, akan membuat siswa mencari info tentang Banyuwangi.

Sedangkan untuk siswa SMP maupun SMA, kegiatan storytelling diubah dengan siswa sendiri yang menjadi storyteller-nya. Otomatis, untuk bisa menyampaikan cerita, siswa dituntut membaca dan memahami isi bacaan dengan baik. Bukan hanya bacaan yang akan diceritakan, tetapi sebagai storyteller yang baik, perlu membaca referensi yang diceritakan dalam buku. Misalnya untuk menceritakan kembali cerita Jules Verne dalam bukunya 81 hari mengelilingi dunia, siswa perlu mencari banyak referensi tentang negara-negara yang diceritakan dalam buku tersebut.

 

4. Mengunjungi Lokasi

Mengunjungi sebuah daerah baik datang secara langsung atau melalui cara virtual dengan bantuan Google Map, mendorong siswa mencari informasi tentang daerah yang dikunjungi. Bila kunjungan siswa ditambah dengan keharusan membuat laporan kunjungan, siswa dituntut untuk mencari informasi daerah yang dikunjungi sebagai bahan laporan kunjungan.

Misalnya kunjungan ke Pelabuhan Sunda Kelapa, menuntut siswa untuk mengetahui sejarah pelabuhannya, nama Sunda Kelapa dari mana hingga bagaimana keadaan Sunda Kelapa hari ini dalam bidang sosial dan ekonominya. Dalam satu kunjungan ke lokasi, banyak hal yang bisa dieksplorasi. Terutama bila daerah yang dikunjungi mempunyai arti yang penting untuk kehidupan masyarakat zaman dahulu ataupun saat ini.

Tentunya mencari informasi tentang suatu lokasi tidak bisa dicari di lokasi tersebut saja. Siswa harus mencarinya melalui sumber-sumber literasi dari internet atau buku-buku.

Banyak sekali hal yang didapat melalui sebuah kunjungan ke satu lokasi saja. Selain keadaan dulu dan sekarang, siswa juga bisa diberi tugas, misalnya, agar daerah yang dikunjungi bisa lebih baik lagi, apa saja yang harus dilakukan. Dengan pertanyaan seperti ini, kreativitas yang harus dituangkan dalam laporan tentang masa depan suatu daerah sangat diperlukan.(*)

 

Untuk informasi lengkap :  https://www.canva.com/id_id/pendidikan/

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.