Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Masih Rendah

Ojk Gencar Lakukan Edukasi

Edukasi- Dorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Jateng Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Edukasi Keuangan Syariah. (Ist/tya)

 

SEMARANG,METROJATENG.COM  -Rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi tantangan dalam pengembangan industri keuangan syariah. Guna mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Jateng Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Webinar Edukasi Keuangan Syariah.

“Salah satu yang menjadi tantangan dalam pengembangan industri keuangan syariah yaitu rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah,” jelas Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa

Berdasarkan survei literasi keuangan OJK, diketahui. tingkat literasi dan inklusi seluruh sektor keuangan secara nasional  38,03% dan 76,19%. Namun demikian, tingkat literasi keuangan syariah secara nasional hanya  8,93% (meningkat dari tingkat literasi tahun 2016  8,10%) dan tingkat inkluasi keuangan syariah  9,10% (menurun dari tingkat inklusi tahun 2016 11,10%). Di Jawa Tengah sendiri tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah masing-masing 11,78% dan 12,57%. 

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang menjadi salah satu narasumber dalam webinar tersebut, menyampaikan, Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi syariah yang sangat tinggi. Jumlah jamaah yang mendaftar haji pada tahun 2020 mencapai 46.786 jamaah haji reguler dan 599 jamaah haji khusus. Selain itu, jumlah masjid dan mushola yang cukup banyak masing-masing mencapai 45.482 masjid dan 78.028 mushola. “Di tahun 2019, Provinsi Jawa Tengah juga mendapat penghargaan Indonesia Muslim Travel Index (MTI) sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan” tambah Yasin. Yasin menyatakan dukungannya terhadap pengembangan dan penguatan produk dan layanan syariah dalam rangka untuk percepatan pemulihan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Potensi pengembangan keuangan syariah di Indonesia juga terlihat dari beberapa apresiasi dunia internasional yaitu peringkat ke-2 secara global sebagai “The Most Developed Countries in Islamic Finance” oleh Refinitiv Islamic Finance Development Report 2020. Peringkat ke-4 global untuk sektor ekonomi syariah dan peringkat ke-6 untuk keuangan syariah oleh Global Islamic Economy Indicator 2020/2021 Dan menjadi Destinasi Wisata Halal Terbaik di dunia oleh Global Moslem Travel Index 2019.

 “Sektor keuangan syariah ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan, tidak eksklusif untuk kalangan tertentu, namun lebih universal. Keunggulan produk dan pricing yang lebih kompetitif serta penggunaan teknologi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nasabah akan mengakselerasi penetrasi pasar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia khususnya di Jawa Tengah”, pungkas Aman.( tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.