Listrik Padam, UNBK SMK di Sukorejo Terganggu

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK
?

KENDAL Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK hari pertama  terganggu listrik padam. Listrik padam terjadi karena hujan deras di wilayah Sukorejo, Cepiring dan Boja pada Senin (03/04) siang.  Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Kendal, Yudi Wibowo mengungkapkan hujan deras membuat jaringan listrik terganggu di sebagian wilayah Kendal yakni Sukorejo, Cepiring dan Boja.

Akibatnya ada 11 SMK yang menunda pelaksanaan ujian yakni 5 SMK di Sukorejo,  4 SMK di Cepiring dan 2 SMK di Boja.  “Pemadaman terjadi saat ujian berlangsung sehingga membuat siswa dan guru panik sebab untuk menghidupkan genset juga perlu waktu selain itu membutuhkan stabilizer yang stabil, ” ujarnya.

Yudi mengatakan jelang UNBK  pihaknya sudah mengirimkan surat pada PLN agar tidak ada pemadaman listrik saat ujian. Tetapi,  bila pemadaman terjadi karena faktor alam PLN tidak bisa berbuat banyak.
“Saya sudah menghimbau agar semua sekolah mempunyai genset untuk jaga-jaga bila listrik mati, ” imbuhnya.

Sementara itu salah satu siswa SMK NU 01 Kendal hampir saja tidak bisa ikut UNBK. Pasalnya Masyihhatul alimah  tidak masuk dalam  Daftar Nominasi Tetap (DNT) UNBK.

“Daftar nama nominasi sementara tercatat 378 namun yang keluar di DNT hanya 377,  satu siswi tidak tercatat, ” terang Kepala Sekolah SMK NU 01 Kendal Mokh Izudin.

Pihaknya baru mengetahui kekurangan DTT awal Maret lalu. Dia berusaha berkoordinasi dengan Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Jawa Tengah.

“Alhamdulilah nama siswi tersebut bisa muncul Minggu (02/04) kemarin dan bisa ikut ujian, ” ujarnya.

Izudin sengaja tidak memberitahu siswa yang bersangkutan agar siswa bisa fokus mengerjakan UNBK tanpa terbebani dengan masalah tersebut.

“Kami juga kesulitan koordinasi sebab tahun ini kewenangan ada di provinsi,  syukurnya Kendal masih dekat kalau yang wilayahnya jauh kalau ada kendala susah koordinasinya, ” paparnya.

Menanggapi hal tersebut,  anggota Komisi E Jawa Tengah, Rusman akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah agar masalah DTT selesai dan tidak terulang.

“Saya akan segera kroscek, karena pada dasarnya semua anak berhak ikut UNBK meski tidak menjadi pertimbangan utama lulus ujian, ” ucapnya saat berkunjung ke SMK Negeri 2 Kendal.

Sedangkan di SMK Negeri 2 Kendal dari 423 siswa hanya satu yang tidak bisa ikut. “Satu siswa izin karena harus operasi jantung selain itu dokter juga tidak merekomendasikan anak tersebut ikut ujian, ” terang Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kendal,  Muryono.

Lebih lanjut dia menerangkan bila minggu ini Abdur Rochim tidak bisa ikut UNBK maka akan mengikuti UNBk susulan yang diadakan 18 April mendatang.

“Bila ada siswa yang tidak bisa ikut UNBK susulan semoga saja bisa mengikuti ujian perbaikan tiga bulan setelah ujian,  namun saya tidak tahu tahun ini ada tidak bila tidak ada terpaksa siswa tersebut mengulang tahun depan, ” paparnya.

Berbeda dengan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensik yang bisa “jemput bola” bila ada siswa yang sakit. Menurut Muryono,  siswa tidak bisa ikut UNBK di rumah sakit sebab servernya hanya ada di lingkungan sekolah. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

7 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.