Liputan di PLTU Rembang, Wartawan Ini Diancam Dibunuh

SEMARANG – Aksi kekerasan terhadap wartawan lagi-lagi terjadi di negeri ini. Belum sirna di ingatan kita dengan ulah TNI AU yang memukul jurnalis MNC TV di Medan. Kali ini, wartawan di Rembang juga mengalami hal serupa.


Tindak kekerasan yang menimpa wartawan di Rembang terjadi saat melakukan peliputan kecelakaan kerja di PLTU Rembang, sebuah megaproyek yang dibanggakan Gubernur Ganjar Pranowo.

Ironisnya, peristiwa itu terjadi pada 18 Agustus kemarin atau hanya selang sehari dari perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 yang jatuh pada 17 Agustus 2016.

Koordinator Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya, Indra Winardi, mengatakan saat itu teman-temannya sedang meliput kecelakaan kerja di kompleks PLTU yang berlokasi di Desa Leran Kecamatan Sluke. Menurutnya, ada empat pekerja menderita luka bakar serius, karena diduga terkena uap kebocoran pipa.

Indra bilang, para korban luka-luka dibawa menjalani perawatan di RSUD Dr R Soetrasno Rembang. Tapi, para jurnalis dihalang-halangi meliput oleh sekolompok massa. “Diduga, sebagian massa merupakan pekerja PLTU Rembang,” akunya, Minggu (22/8).

Ada beberapa wartawan yang meliput kejadian itu. Mereka antara lain, Jamal AG wartawan Suara Merdeka, Sarman Wibowo wartawan Semarang TV, Diky Prasetyo dari Radio Pop FM, Heru Budi dari Radio CB FM serta Wisnu Aji dari Radar Kudus. 

Tindakan kekerasan dimulai tatkala ponsel wartawan Wisnu dari Radar Kudus dirampas. Lalu, file-file fotonya dihapus.

Para wartawan Rembang juga sempat diancam akan dihabisi. “Tak cukup sampai itu saja, wartawan Semarang TV dikejar-kejar massa. Massa yang mengejar ada yang berteriak teriak kroyok dan bunuh,” ungkap Indra.

Akibatnya, wartawan Semarang TV, Sarman Wibowo, terpaksa dilarikan Semarang, pada Jum’at siang lantaran memiliki riwayat penyakit jantung.

Heru Wibowo, rekan Sarman di Semarang TV saat di Semarang pun membenarkan ihwal aksi pengejaran yang dilakukan kelompok massa pro-PLTU Rembang itu. “Dia sampai dikejar masuk ke rumah-rumah warga,” katanya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 5 = 13

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.