Limbah Misterius Cemari Air Baku PDAM, Amoniak Nyaris Tembus Ambang Batas

Kandungan amoniaknya, sekitar 0,34 mg/ liter. Sedangkan ambang batas maksimal sesuai PP 82 tahun 2001 yakni 0,5 mg/liter.

SEMARANGSetelah ditemukan limbah misterius oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang pada Senin (8/7) di bantaran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) di daerah Manyaran, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang melakukan cek sampel air sungai di sekitar lokasi.

Satpol PP Kota Semarang menemukan limbah misterius yang dikhawatirkan mencemari air baku PDAM Tirta Moedal, Senin (8/7/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Kepala Bagian Produksi 1 PDAM Tirta Moedal, Harimurni memaparkan, sampel air baku tersebut mengandung amoniak yang hampir mendekati ambang batas normal dalam air baku. Kandungan amoniaknya, sekitar 0,34 mg/ liter. Sedangkan ambang batas maksimal sesuai PP 82 tahun 2001 yakni 0,5 mg/liter.

“Kadar kimia lainnya sementara belum diketahui. Harus dilakukan uji secara komprehensif di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang,” ungkapnya, Selasa (9/7/2019).

Meski masih tergolong aman, kandungan amoniak tersebut tetap akan membahayakan dan berpotensi mencemari sungai jika turun hujan karena akan menambah kadar amoniak dan zat kimia lain yang terkandung di dalamnya. Kontak fisik antara limbah dengan kulit juga bisa mengakibatkan iritasi berupa gatal-gatal.

Pihaknya berharap, Pemeirntah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup segera bertindak terkait uji laboratorium yang menyeluruh. Dimungkinkan masih ada kandungan zat kimia B3 lainnya yang berbahaya.

“Kami meminta limbah diisolasi agar tidak menyebar atau turun ke sungai. Bila perlu dibuang di tempat semestinya yang lebih aman dari masyarakat dan lingkungan,” tukasnya. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.