Lima Hari Hilang, Sumanah Tewas di Brown Canyon

Dari pemeriksaan awal tidak ada indikasi kekerasan terhadap Sumanah

SEMARANG- Seorang wanita lansia ditemukan tak bernyawa di area Galian C, Rowosari, Tembalang atau yang biasa disebut Brown Canyon, Selasa (14/8/2018). Ia ditemukan sudah dalam kondisi membusuk di atas bebatuan.

Petugas mengangkat jenasah Sumanah di Area Galian C, Rowosari, Tembalang, Selasa (14/8/2018). Foto: metrojateng.com/Efendi

Dari data yang dihimpun, nenek-nenek tersebut bernama Sumanah (62) warga Kayon, Batursari, Mranggen, Kabupaten Demak.

Saat ditemukan, ia dalam kondisi badan miring di atas batu. Ia mengenakan gamis warna hitam bercorak bunga warna hijau dan mengalami luka di bagian kepala.

Salah seorang saksi Hartoyo (41), mengatakan Sumanah ditemukan pertama kali oleh sopir truk yang mengangkut batu krakal di sekitar lokasi.

Hartoyo yang juga merupakan pengawas lokasi tambang tersebut diberitahu oleh sopir bahwa ada mayat di sekitar Brown Canyon.

“Saya diberitahu kalau di sana ada mayat, lalu saya ke lokasi. Kemudian saya amati kok mirip dengan seorang nenek yang saya temui kemarin,” ujar Hartoyo.

Sebelumnya, lanjut Hartoyo pada Kamis (9/8/2018), ia melihat seorang nenek yang bingung berjalan berputar-putar di lokasi tambang. Hartoyo lalu mengajak nenek tersebut ke warung untuk makan.

“Lha pas makan itu, saya tanyai rumahnya di mana, dia diam aja. Lalu dia pergi lagi, tapi saya tarik ke warung lagi. Lalu saya tanya lagi rumahnya, dia cuma nunjuk ke arah utara,” imbuh Hartoyo.

Sehari setelah ia bertemu dengan nenek tersebut, Hartoyo mendapat selebaran orang hilang bernama Sumanah yang ternyata telah ia temui tempo hari.

Saat itu keluarga Sumanah datang ke lokasi tambang dan memberikan selebaran serta meninggalkan nomer telepon kepada Hartoyo.

“Tapi sejak saat itu nggak ketemu lagi sama neneknya, tapi kok malah tadi dikasih tahu ada itu (nenek) terus saya kabari keluarganya,” beber Hartoyo.

Sementara Dwi Suranti (40) yang merupakan anak Sumanah mengaku ibunya telah hilang sejak Kamis (8/8/2018) lalu.

Saat itu ia sedang keluar rumah untuk menjemput anaknya dan meninggalkan ibunya di rumah sendiri. Namun saat ia kembali ke rumah Sumanah sudah tidak lagi ada di dalam.

Suranti juga mengatakan, kondisi Sumanah memang sudah agak linglung. “Jalannya juga pelan, jadi sebelumnya itu nggak pernah pergi jauh dari rumah,” kata Suranti.

Ia kemudian melaporkan hilangnya Sumanah ke pihak kepolisian. Bahkan ia juga telah menyebar selebaran yang berisi foto lengkap dengan identitas dan ciri-ciri fisik Sumanah. Namun ternyata hal tersebut belum membuahkan hasil.

Pada Selasa (14/8/2018) ia mendapat kabar bahwa ada temuan mayat seorang nenek di area Galian C, Rowosari Tembalang. Ia kemudian mendatangi tempat tersebut untuk memastikan kabar tersebut.

“Saya dikabari ada temuan di lokasi tambang. Kemudian saya datang buat memastikan itu ibu atau bukan, dan ternyata benar ciri-cirinya memakai gamis hitam corak bunga,” pungkasnya.

Petugas Inafis Polrestabes Semarang yang saat itu datang ke lokasi untuk memeriksa korban dan lokasi kejadian. Dari identifikasi sementara tidak ada indikasi kekerasan terhadap Sumanah.
Diduga sumanah tewas akibat terjatuh dan membuat luka di bagian kepala. Sumanah kemudian dibawa oleh petugas ke RSUP Dr Kariyadi. (fen)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.