Lima Dari Enam Perampok Berpistol Di Semarang Dibekuk di Ciamis, Empat Didor

Rampok-Dir Reskrim Um Polda Jateng Kombes Pol Wihastomo dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menujukkan barang bukti pistol, sementara para pelaku di depannya.(tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Kasus perampokan di sertai kekerasan di depan kantor distributor LPG jalan Krakatau VIII , Barito Karang Tempel, Semarang yang  terjadi Senin(18/1) pagi telah berhasil diungkap. Lima dari enam pelaku berhasil diringkus dalam pelarian dari Yogya ke Jawa Barat dan empat diantara tertembak kakinya dan satu buron.

Kelima perampok berpistol yang berhasil menggondol uang Rp 563 juta itu sebagian besar dari Lampung Tengah. Mereka masing masing Rahmad (52), Vidi Kondian(21), Fran Panjaitan(43), Maftufi(26), semua asal Bumi Jaya, Lampung Tengah dan Moch Agus Irawan(41) asal Sidoarjo warga jalan Muria Tengah III Bandarjo Ungaran.

Sedangkan, yang masih buron Sus(39) asal Semarang. Selain, lima tersangka juga disita tiga senjata api pistol rakitan.  Sejumlah peluru, satu mobil rental Daihatsu Zigra, dua motor, uang tunai tidak kurang Rp 200 juta.

Dir Reskrim Polda Jateng Kombes Pol Wihartomo pada gelar kasus dengan dihadiri para pelaku perampok, Jumat(22/1) siang mengatakan penangkapan para pelaku  berkat kerja sama antara Dit Reskrim Polda Jateng dengan Polrestabes Semarang.

“Saya sangat mengapreasi kerja sama ini, sehingga komplotan perampok berpistol di Semarang dalam waktu singkat berhasil dibekuk di Ciamis”, ungkap Kombes Pol Wihastomo yang didampingi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dan Kasat Reskrimnya AKBP Indra Mardiana.
Dir Reskrim mengakui aksi perampokan itu, memang melibatkan orang dalam. Namun, pada saat beraksi yang bergerak empat orang kelompok Lampung berboncengan dua motor.

Korban Teguh Murtiono sepulang dari mengambi uang setoran di SPBU Karangjati, Kabupaten Semarang setiba di depan kantornya Distribusi LPG jalan Krakatau VIII, Barito Karang Tempel, Semarang langsung disambut empat penjahat berboncengan motor. Diantara pelaku, yang berhasil merebut tas berisi uang Rp 562 juta sempat mengeluarkan tembakan, tapi tidak mengenai korban.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan komplotan pelaku setelah berhasil merampas uang ratusan juta rupiah terus menuju Banyumanik Semarang, berkumpul dengan dua pelaku lain, yang merupakan orang dalam. Kemudian, para pelaku ganti kendaran menyewa mobil menuju Salatiga terus ke Yogyakarta. Mereka setelah membagi hasil rampokan perorang tidak kurang Rp 90 juta, lalu berpesta pora di Pangandaran.

Setelah berjalan dua hari, empat pelaku asal Lampung meneruskan perjalanan ke Jawa Barat rencana terus menyeberang ke daerah asal Lampung. Namun, nasib berbicara lain. Mereka dalam perjalanan menumpang mobil rental Daihatsu Zigra No Pol. Z 1834 UA berhasil digrebek anggota Resmob Polrestabes Semarang dipimpin Iptu Reza Arif Hadafi. Mengingat para pelaku membawa pistol rakitan, maka petugas disaksikan warga melakukan tindakan keras melumpuhkan dengan menembak kaki mereka masing masing.

Para pelaku yang dalam aksinya membawa senjata api, maka kuat dugaan mereka beraksi di tempat lain. Dan, pihak penyidik masih mengembangkan kasus tersebut.

Kapolrestabes menambahkan perkenalan antara pelaku kelompok Lampung dengan pelaku asal Semarang bermula dari soal kerja di tempat lain. Yakni, pelaku asal Semarang sebelum bekerja bergabung usaha LPG telah membuka usaha panti pijat. Dan Fran, salah satu kelompok Lampung adalah pegawai panti pijat. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.