Libur Lebaran, Tiket Candi Borobudur Naik 25 Persen

Kenaikan itu berlaku sejak tanggal 30 Mei dan berakhir nanti pada 15 Juni 2019.

MAGELANG – Memasuki masa libur hari raya Idul Fitri 1440H/2019, manajemen PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Magelang mengeluarkan kebijakan dengan menaikkan harta tiket tanda masuk (TMT). Kenaikan ini hanya diberlakukan khusus untuk wisatawan nusantara (wisnus), sedangkan wisatawan asing tidak ada kenaikan.

Candi Borobudur jadi salah satu magnet wisatawan di Jawa Tengah. Foto: metrojateng.com/dok

TMT wisnus yang biasanya Rp40 ribu naik menjadi Rp50 ribu/dewasa atau 25 persen. Sedangkan TMT anak-anak yang biasanya Rp20 ribu naik menjadi Rp25 ribu.

General manager (GM) PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) I Gusti Ngurah Putu Sedana menjelaskan, kenaikan harga ini sesuai dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan kantor Pusat PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Kenaikan itu berlaku sejak tanggal 30 Mei dan berakhir nanti pada 15 Juni 2019.

Untuk wisatawan mancanegara, tiket tanda masuk tetap seperti biasa yakni 25 USD untuk dewasa dan 15 USD untuk anak-anak per orang. “Ini merupakan kebijakan dari kantor pusat PT TWCB, Prambanan dan Ratu Boko,” terangnya, Sabtu (1/6/2019)

Kenaikan harga tiket juga berlaku untuk obyek wisata Candi Prambanan di Yogyakarta. Sedangkan untuk tiket tanda masuk Candi Ratu Boko harga tiket tetap sama seperti biasa.

Selama musim libur ini, imbuh Putu, PT TWCB juga akan memberikan layanan lebih kepada pengunjung, seperti menggelar seni tradisional dari wilayah sekitar Candi Borobudur. Kesenian tradisional seperti Jathilan, Topeng Ireng, Soreng dan lain sebagainya ini akan ditampilkan di lapangan Lumbini.

Para pengunjung difabel juga tidak perlu khawatir, karena pihaknya sudah membangun jalur khusus untuk difabel. “Jadi mereka bisa sampai ke candi meskipun tidak bisa naik,” tutur Putu.

Fasilitas lain yang disediakan di candi peninggalan abad ke 8 oleh dinasti Syailendra ini, adalah adanya mobil listrik atau tayo, mobil golf dan kereta taman. Untuk mobil tayo per pengunjung dikenai tarif Rp15 ribu, mobil golf Rp20 ribu dan kereta taman Rp10 ribu. Pengunjung akan diajak keliling di komplek PT Taman Wisata Candi Borobudur.

Atraksi lain yang bisa di nikmati pengunjung, mereka bisa memberi makan menjangan atau rusa yang jumlahnya ada 7 ekor. Juga berfoto dengan binatang itu, serta menunggang gajah.

Putu menjelaskan, selama masa libur lebaran ini pihaknyua menargetkan jumlah wisatawan sebanyak 374 ribu, dengan rincian wisnus sebanyak 371 orang dan sisanya wisatawan asing. Target ini lebih banyak 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tahun 2018 lalu, jumlah pengunjung sebanyak 340.997bterdiri dari 337.697 orang dan wisman 3.300 orang. Diperkirakan, puncak jumlah pengunjung terjadi pada H + 3 sebanyak 60 ribu pengunjung/hari.(MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.