Libur Lebaran Rumah Produksi Jenang Alot Sukoharjo Kebanjiran Pembeli

Omzet Melonjak 3 Kali Lipat

Untuk lebaran ini omzetnya mampu mencapai Rp 15 juta per hari. Sementara pada hari biasa hanya Rp 5 juta per hari.

SUKOHARJO – Musim libur lebaran paska Hari Raya Idul Fitri ini, menjadi berkah bagi sejumlah penjual makanan khas tradisional yang berada di Kabupaten Sukoharjo. Seperti rumah produksi jenang asli Harso Mulyono yang sudah berdiri sejak tahun 1964 di Dukuh Randusari, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo ini mengalami peningkatan omzet hingga tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Proses pembuatan jenang alot di Sukoharjo. (foto: metrojateng/MJ-28)

Seorang karyawan pembuat jenang, Saidi mengaku, pesanan jenang alot datang dari warga untuk hidangan saat Lebaran maupun dari warga pemudik yang ingin kembali ke tempat perantauan. Banyak pembeli berasal dari luar daerah seperti Papua, Sulawesi, dan Jakarta yang rela mengantri untuk memborong makanan khas Sukoharjo sebagai buah tangan.

“Hari biasa pemasakan hanya 1-2 kali, kalau lebaran ini sampai 11 kali,” ucapnya, Sabtu (8/6/2019). Disinggung mengenai omzet, untuk lebaran ini ia mengaku mampu meraih Rp 15 juta per hari. Yang mana dibandingkan dengan hari biasa hanya Rp 5 juta per hari.

Selain jenang alot, rumah produksi ini juga menjual produk lain, seperti krasikan, wingko babat, kue prol dan wajik. Sementara untuk harga bervariasi mulai dari Rp 65-Rp 70 ribu per kotak dengan berat 500 gram. Bahkan untuk pemasakannya masih menggunakan arang, yang tak lain ingin mempertahankan cita rasa.

Salah seorang pembeli dari Jakarta Sarni mengaku memilih jenang alot sebagai oleh-oleh karena makanan ini sangat khas dan jarang ditemui di kota Jakarta. “Saya kalau pulang kampung selalu mampir kesini, dan ini saya beli sebagian untuk hidangan dirumah dan sebagian untuk dibawa ke Jakarta,” paparnya. (MJ-28)



 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.