Letusan Gunung Baru Jari Turunkan Jumlah Wisman ke Borobudur

image
Candi Borobudur di Kabupaten Magelang

MAGELANG - Ditutupnya Bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali akibat erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), otomatis berdampak pada kunjungan wisatawan asing ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang. Hampir sebagian besar wisatawan asing yang datang ke candi termegah di dunia ini datang dari Bandara Ngurah Rai Bali.

Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Chrisnamurti Adiningrum yang dihubungi, Rabu (4/11), mengatakan bahwa secara otomatis ditutupnya Bandara Ngurah Rai berdampak pada kunjungan wisatawan terutama wisatawan asing.

“Banyak wisman yang datang dari bandara ini, mereka sebelumnya berwisata ke Bali dilanjutkan Jogja kemudian ke Borobudur Magelang,” terang Chrisna.

Namun demikian, Chrisna belum bisa merinci berapa wisman yang membatalkan kunjungannya ke Candi Borobudur. Sebab wisman yang bekunjung ke CandiBorobudurberbeda dengan wisman keCandi Prambanan.

Wisman ke Candi Prambanan biasanya akan melihat sendratari Ramayana dan mereka sudah pasti akan melakukan reservasi lebih dulu, sehingga bisa diketahui berapa jumlah yang membatalkan. “Berbeda dengan yang ke Borobudur, mereka biasanya langsung datang melalui agen travel yang membawa,” terangnya.

Jumlah kunjungan wisman yang datang ke candi peninggalan dinasti Syailendra abad 8 ini, dalam sehari rata-rata mencapai ratusan. Bila ditambah dengan wisatawan nusantara bisa mencapai antara 2 ribu hingga 3 ribu. “Itu untuk weekday, namun kalau weekend sudah pasti bertambah jumlahnya, bisa mencapai 5 ribu pengunjung,” paparnya.

Seperti diketahui, erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, kembali ditutup. Hal sama juga terjadi pada semua penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Denpasar, dibatalkan, Rabu dan Kamis (4-5/11/).

Menurut juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) Purwo Nugroho, letusan Gunung Rinjani terjadi Selasa (3/11), dan terjadi beberapa kali sejak pagi hari. Tinggi letusan mencapai sekitar 3.500 meter dpal atau sekitar 1.000 meter atas Kawah Barujari. Abunya sangat halus dan terbawa angin ke arah barat.

Gunung Rinjani mencakup wilayah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan citra Satelit Terra, sebaran abu vulkanik menutupi Selat Lombok, sebagian wilayah Bali, Selat Bali hingga Banyuwangi. Hujan abu tipis melanda pula daerah-daerah itu. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

87 − 84 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.