Lesu, Transaksi Penjualan Perumahan Lewat Pameran

Rumah komersial terkendala perpajakan dan perekonomian berdampak daya beli konsumen.

SEMARANG- Hingga akhir tahun realisasi penjualan rumah tidak mencapai target. DPD REI Jawa Tengah mencatat bahwa pengembang menemui berbagai kendala di lapangan.


Seorang pengunjung mencari informasi tentang properti di salah salah satu stan perumahan di Property Expo Semarang 10 di Mal Paragon Semarang, Kamis (13/12/2018). Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Dari 10 kali penyelenggaraan Property Expo Semarang (PES) sepanjang tahun 2018, penjualan rumah hanya terealisasi 297 unit.

Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat mengatakan, realisasi tersebut mengalami penurunan dibandingkan realisasi tahun 2017. Selain itu, juga jauh dari target tahun 2018 yang ditentukan pihaknya

“Realisasi penjualan tahun 2017 mencapai 407 unit. Tahun ini malah lebih turun lagi, hanya 297 unit,” ungkapnya di penutupan PES 10, Jumat (14/12/2018).

Diketahui, pada setiap pameran panitia PES menargetkan 60 unit rumah bisa terjual, tapi realisasinya susah tercapai.

Dibya menjelaskan, jika dilihat secara umum lesunya bisnis properti itu dipengaruhi oleh sejumlah problematika. Bahkan, masalah tersebut berdampak pada semua segmen properti mulai rumah subsidi hingga komersial.

“Misalnya kendala yang dihadapi rumah nonsubsidi yakni pada ketidaktersediaan lahan untuk membangun. Sedangkan, rumah komersial terkendala perpajakan dan perekonomian yang tidak stabil sehingga berdampak pada daya beli konsumen,” jelasnya yang juga Ketua Panitia PES.

Ke depan DPD REI Jateng akan meningkatkan sinergi dengan perbankan. Upaya tersebut dilakukan karena sebagian besar konsumen melakukan pembelian rumah dengan KPR.

Sementara itu, pameran PES 10 yang menggandeng Bank Mandiri memberikan hasil yang cukup baik. Realisasi penjualan rumah dari pameran tersebut sebanyak 31 unit dengan nilai transaksi Rp 34 miliar. (ang)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.