Lemper 606 meter di Boyolali Pecahkan Rekor Muri

image
Ribuan ibu-ibu menggulung lemper dalam pemecahan rekor muri pembuatan lemper terpanjang di Boyolali.

BOYOLALI – Dua kegiatan sekaligus berhasil memecahkan rekor MURI di Boyolali, Minggu (20/12). Dua rekor tersebut yakni pembuatan lemper terpanjang dan memasak soto dengan jumlah peserta terbanyak.
Pemecahan rekor MURI itu berlangsung di kompleks kantor terpadu Pemkab Boyolali. Pembuatan lemper terpanjang dilaksanakan di jalan mulai dari depan patung Soekarno hingga depan Pendopo Ageng atau Jl. Mereka Timur. Sedangkan memasak soto digelar di Pendopo Ageng.
Untuk membuat lemper dengan panjang 606 meter itu panitia menghabiskan ketan sebanyak satu kuintal, kelapa 900 kilogram (kg), beras 900 kg, dan daun pisang 1.300 lembar. Sementara untuk tenaga yang membuatnya melibatkan 1.300 orang. Mereka adalah ibu-ibu.
Ribuan ibu-ibu itu tampak berjajar rapi dipinggir jalan, dengan mengenakan seragam kaos warna putih kombinasi hijau pada bagian lengannya. Mereka duduk jongkok mengadon ketan yang sudah matang untuk dibentuk menjadi lemper. Setelah ketan dilebarkan, kemudian ditaburkan abon sapi sebagai isinya. Lalu digulung dan dibungkus daun pisang. Selanjutnya diikat menggunakan tali rafia.
Lemper yang sudah jadi itu selanjutnya dipajang di jalan mulai dari jalan depan patung Boulevard Soekarno sampai di depan Pendopo Ageng.
Tim juri dari Museum Rekor Indonesia (MURI) kemudian melakukan penilauan dan mengukur panjang lemper itu. Setelah selesai lemper sepanjang 606 meter tersebut dipotong-potong dengan ukuran 5 cm, dan menjadi sebanyak 12.000 lemper. Lemper itu kemudian dibagikan kepada ribuan warga yang hadir.
Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, 12.000 potong lemper itu habis jadi rebutan warga.
Sementara itu, di Pendop Ageng, ratusan ibu rumah tangga mengikuti acara pemecahan rekor MURI memasak soto bersama dengan jumlah peserta 245 orang.
Deputi Manajer MURI, Ariani Siregar, mengatakan dua kegiatan itu berhasil dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia. Yaitu pembuatan lemper terpanjang dan memasak soto dengan jumlah peserta terbanyak. “Masakan lemper terpanjang ini baru pertama kali di Indonesia sehingga kami catat masuk di Muri,” kata dia.
Dua rekor MURI itu pun diserahkan ke Pemkab Boyolali dan diterima langsung Pj Bupati, Sri Ardiningsih.  Sri Ardiningsih mengatakan, khusus rekor MURI pembuatan lemper terpanjang ini bekerja sama dengan sejumlah pengusaha abon di Boyolali. Pembuatan lemper itu tujuanya untuk mempertahankan makanan tadisional di Boyolali, khususnya abon. “Boyolali termasuk salah satu sentra pembuatan abon sapi. Boyolali terkenal dengan abon sapi sehingga dengan adanya kegiatan itu bisa membantu menghidupkan ekonomi kerakyatan,” kata Sri Ardiningsih. (MJ-07)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

2 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.