Lebaran, Stok Pangan Bulog Aman

Selain beras, Bulog juga memiliki stok gula, terigu, jagung pakan, daging kerbau, hingga minyak goreng aman.

SEMARANG – Bulog Divre Jawa Tengah menjamin ketersediaan komoditas pangan baik beras atau lainnya dalam kondisi aman. Stok tersebut bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan ataupun Lebaran.

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Tengah, M Sugit Tedjo Mulyono. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Tengah, M Sugit Tedjo Mulyono mengatakan, stok beras hingga kini mencapai 145 ribu ton. Jika disalurkan secara normal, stok beras di Gudang Bulog Divre Jateng itu mencukupi hingga 1,5 tahun ke depan.

“Stok ini akan terus bertambah seiring berlangsungnya masa panen padi di sejumlah daerah di Jateng,” ungkapnya, Kamis (16/5/2019).

Selain beras, Bulog juga memiliki stok gula, terigu, jagung pakan, daging kerbau, hingga minyak goreng aman.

Stok gula pasir tercatat mencapai 684,94 ton, minyak goreng 56,245 liter, daging kerbau 6,52 ton, terigu 28,38 ton, dan jagung pakan 26,65 ton.

Berkaitan dengan operasi pasar, Bulog bekerja sama dengan hampir semua instansi baik Pemprov Jateng, kepala dinas terkait, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di semua kabupaten/kota.

“Sebenarnya tidak ada kenaikan harga, namun pada momen seperti ini pasar selalu merespons dengan menaikkan harga. Tapi tahun ini tidak ada kenaikan harga komoditas yang signifikan, kecuali bawang putih,” jelasnya.

Sementara itu, Bulog Divre Jateng pun telah menggelar pasar murah di beberapa wilayah, misalnya di Pati, Pekalongan, Surakarta dan Semarang. Kegiatan pasar murah diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat selama bulan Ramadan, sehingga mereka bisa mendapatkan bahan pokok murah, dengan harga terjangkau, dan berkualitas baik.

“Adapun komoditas yang dijual dalam pasar murah meliputi beras premium seharga Rp 10.000/kg (kemasan 5 kg), minyak goreng Rp 11.000/liter, gula pasir Rp 11.000/kg, dan terigu Rp 7.000/kg,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.